Rumah Warga Kampung Melintang Hangus Terbakar Saat Keluarga Berduka, Api Dipadamkan Satu Jam
Di tengah suasana duka keluarga, sebuah rumah warga di RT 05 hangus terbakar hingga nyaris tak bersisa.
Penulis: Adi Saputra | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kesedihan menyelimuti Kampung Melintang, Kelurahan Melintang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Sabtu (17/1/2026) pagi. Di tengah suasana duka keluarga, sebuah rumah warga di RT 05 hangus terbakar hingga nyaris tak bersisa.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, saat rumah dalam kondisi kosong.
Pemilik rumah dan keluarga tengah berada di rumah duka untuk mengurus pemakaman anggota keluarga yang meninggal dunia.
Sejumlah warga tampak berdiri menyaksikan kobaran api yang cepat membesar, dipicu angin kencang.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, serta PT Timah dikerahkan ke lokasi.
"Kosong rumahnya, anaknya nungguin dan orang tuanya baru meninggal hari ini jam 10 mau di kubur," ucap salah seorang warga kepada Bangkapos.com.
Api dengan cepat melahap bangunan rumah semi permanen tersebut.
Petugas pemadam kebakaran berpakaian lengkap terlihat menyisir setiap sudut bangunan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh isi rumah, termasuk perabotan dan dokumen, hangus terbakar. Kerugian materi dialami pihak keluarga akibat rumah dan isinya rusak parah.
Kesedihan keluarga bertambah karena empat hari sebelum kebakaran, tepatnya Rabu (14/1/2026), pemilik rumah bernama Tjioe Tet Se (58) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah tersebut.
Jenazah korban rencananya dimakamkan pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Ijal, sahabat korban, mengaku terakhir kali bertemu korban sehari sebelum ditemukan meninggal.
"Jadi, Selasa (13/1/2026) itu saya main kesini (rumah) dia bilang sakit dan saya kerok di merah. Saya lihat merah bekas dikerok, dia (korban) sakit kakinya," ucap Ijal.
Setelah dikerok, korban disebut langsung beristirahat. Sehari kemudian, korban ditemukan meninggal dunia di kamar mandi. Sebelum kejadian itu, korban masih sempat terlihat beraktivitas di sekitar rumah.
"Masih terlihat dia (korban) pagi itu, cuman saya gak masuk kerumah dia dan ketika dapat kabar sekitar pukul setengah 6 sore. Dia meninggal dunia, terus saya kesini untuk memberitahu kabar duka ke keluarga," lanjutnya.
Ijal juga mengaku tidak mengetahui kronologi kebakaran karena rumah dalam kondisi kosong dan seluruh keluarga berada di rumah duka.
"Kosong tadi, orang pada sibuk di rumah duka dan ternyata disini terjadi kebakaran. Memang selama ini, dia mengaku ada sakit tapi tidak dirasakan dan kemarin sampai ditemukan meninggal dunia," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Asep, rekan kerja korban, yang datang ke lokasi setelah mendapat kabar kebakaran.
"Tadi, anak buah kasih kabar terjadi kebakaran dan saya langsung kesini. Nah, ketika tiba api sudah menghantam rumah dan dalam kondisi kosong. Pemilik rumahnya meninggal, kemarin itu ditemukan meninggal dikamar mandi," ujarnya.
Asep menyebut warga sempat kesulitan menghubungi keluarga korban saat korban ditemukan meninggal dunia, karena ponsel korban terkunci.
"Iya, sempat bingung kami handphonenya terkunci. Kami berusaha menghubungi keluarganya, setelah itu kami bawa ke rumah duka dan hari ini rencananya mau dimakamkan," katanya.
Sementara itu, Kasi Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang, Junisko, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga melalui call center sekitar pukul 08.15 WIB.
"Kami mendapatkan laporan dari warga melalui call center, kemudian setelah mendapatkan laporan itu kami disposisi ke lokasi. Danton berkoordinasi dengan danrunya, di pos terdekat pos Pinang Pora, pos induk dan lainnya menyusul," terang Junisko.
Ia menjelaskan api cepat membesar karena kondisi angin kencang dan bangunan rumah yang bersifat semi permanen.
"Begitu menerima laporan karena angin kencang sehingga cepat api membesar, awalnya memang berupa asal. Namun karena angin kencang, api cepat menjalar dan melihat kondisi dari laporan kami terima tadi semi permanen," ujarnya.
Junisko menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari lilin yang dinyalakan di rumah saat pemiliknya tengah berduka.
"Dalam kondisi kosong, dikarenakan pemilik rumah ini berdasarkan laporan kita terima tengah berduka dan pemilik rumah menghidupkan lilin disini. Dugaan sementara, api berasal dari lilin yang dinyalakan tadi," ungkapnya.
Untuk memadamkan api, petugas menerjunkan empat unit kendaraan pemadam kebakaran dan membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga api benar-benar padam.
"Kalau mobil sekitar 4 unit dan juga asa bantuan dari Damkar Provinsi dan PT Timah, proses pemadaman kurang lebih sekitar satu jam," ucap Junisko.
Hingga api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di lokasi kejadian. (Adi Saputra)
| Kemendagri Evaluasi APBD 2026, Pangkalpinang Harus Kejar Tambahan PAD Rp24 Miliar |
|
|---|
| Kolaborasi dengan UT Pangkalpinang, Pemkab Beltim Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM Daerah |
|
|---|
| Pimpin Upacara Pancasila, Saparudin Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa |
|
|---|
| Pemkot Pangkalpinang Gelar Jumat Asri Usai Idul Adha, Warga Diajak Budayakan Gotong Royong |
|
|---|
| Sapi Bantuan Presiden 890 Kg Disembelih di Ketapang, Wali Kota Harap Bermanfaat bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/1-Jan-2026-Tim-pemadam-kebakaran-memadamkan-api-di-Kampung-Melintang.jpg)