Hidden Gem di Balik Hutan Pedindang, Rahasia Bukit Senja dan Air Biru yang Menenangkan

Melalui kegiatan Bukit Senja Wondercamp Experience yang digelar 14–15 Februari 2026, pengelola memperkenalkan wisata alam dengan akses terbatas.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Dok Pos Belitung/Magang/Rindu Venisa
DIMINATI - Wisata Alam Berkonsep Rahasia, Bukit Senja Wondercamp Experience Ramai Diminati. Pada 14–15 Februari 2026, pengelola memperkenalkan wisata alam dengan akses terbatas. 

PANGKALANBARU, BANGKA POS - Sore itu, cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan tinggi yang tumbuh rapat di kawasan Pedindang, Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Udara terasa lembap dan sejuk. Di bawah rimbun daun, aliran air berwarna biru kehijauan mengalir tenang, memantulkan bayangan batang-batang pohon yang menjulang lurus ke langit.

Sebuah perahu kano kayu bergerak perlahan di atas permukaan air. Dua perempuan mengenakan pelampung oranye tersenyum sambil melambaikan tangan.

Dayung di tangan mereka memecah permukaan air, menciptakan riak kecil yang menghilang di tepian dermaga kayu sederhana. 

Di sekelilingnya, papan-papan kayu membentuk jalur setapak yang mengikuti kontur tanah, menyatu dengan alam tanpa banyak sentuhan beton.

Di balik suasana tenang itu, ada konsep yang sengaja dirancang berbeda, lokasi yang dirahasiakan.

Melalui kegiatan Bukit Senja Wondercamp Experience yang digelar 14–15 Februari 2026, pengelola memperkenalkan wisata alam dengan akses terbatas.

Titik lokasi baru diberikan kepada peserta setelah mendaftar. Bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi bagian dari upaya menjaga kawasan tetap lestari.

Perjalanan Menuju “Hidden Gem”

Para peserta terlebih dahulu berkumpul di titik temu pada pukul 15.00 WIB. Dari sana, mereka dibawa menggunakan mobil jip menyusuri kampung dan permukiman warga, lalu berbelok ke jalan tanah kuning yang berdebu tipis.

Sekitar 15 menit perjalanan, suasana berubah. Deretan kebun dan hutan mengambil alih pandangan, menandai bahwa mereka telah memasuki wilayah Bukit Senja.

Setibanya di basecamp, tenda-tenda sudah berdiri rapi di tengah area camping ground yang dikelilingi pepohonan tinggi.

Tak ada suara kendaraan, hanya desir angin dan sesekali bunyi serangga hutan.

Leader sekaligus pengelola kawasan Bukit Senja, Jimmy (40), mengatakan kawasan tersebut merupakan kebun pribadi milik beberapa warga yang sepakat diberdayakan menjadi destinasi berbasis ekowisata.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman, bukan sekadar datang lalu pulang. Peserta diajak memahami alam sekaligus merasakan langsung aktivitas di dalamnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keputusan tidak mempublikasikan lokasi secara terbuka juga bagian dari adab berkegiatan di alam.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved