Ramadhan 2026
Menggali Perbedaan Ramadhan di Belitung Abad ke-19 dan Era Digital
Jika dulu umat muslim Belitung harus berjuang mendapatkan naskah Al-Qur'an, kini kitab suci tersebut berada di genggaman
Teknologi harusnya menjadi alat untuk memperdalam pemahaman agama, bukan justru menjadi instrumen yang menjauhkan jemaah dari ketakwaan.
Wahyu juga membeberkan bagaimana media kolonial di masa lalu hanya mencatat peristiwa besar secara umum, sementara sekarang setiap momen Ramadhan bisa didokumentasikan dengan detail oleh masyarakat sendiri.
"Dokumentasi sejarah ini penting agar anak cucu kita di masa depan tahu bagaimana kita menjalankan Ramadan di tahun 2026 ini" ucapnya.
Satu hal yang tetap bertahan dari abad ke-19 hingga era digital adalah kebersamaan masyarakat Belitung dalam menyambut bulan puasa. Meskipun caranya berbeda, esensi kegembiraannya tetap sama.
Sebagai penutup, Wahyu mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kemudahan teknologi saat ini dengan cara meningkatkan kualitas interaksi dengan kitab suci selama bulan Ramadan.
Jangan sampai kemudahan akses justru membuat lalai untuk lebih taat di bulan yang penuh berkah ini.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| 5 Teks Khutbah Idul Fitri 2026 Terbaru Resmi MUI, NU dan Muhammadiyah: Tema Mengetuk Pintu Surga |
|
|---|
| Tak Ribet, Begini Cara Bayar Zakat Fitrah Online, Cek Besaran Zakat Wilayah Bangka Belitung |
|
|---|
| Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Menyentuh Bikin Jamaah Menangis: Jangan Lupakan Pengorbanan Orangtua |
|
|---|
| Bacaan Niat Zakat Fitrah dan Tata Cara Membayarnya, Berapa Besaran per Orang? |
|
|---|
| Endek Ramadan Festival Enam Resmi Dibuka, Event Khas Anak Muda di Bulan Puasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Wahyu-Kurniawan-Kurator-Museum-Pemkab-Belitung.jpg)