Berita Belitung Timur

Bulog Jamin Stok Beras dan Minyak Goreng di Belitung dan Beltim Aman hingga Usai Lebaran

Syahrianza mencatat stok beras medium yang tersimpan rapi di gudang Bulog mencapai angka 1.169 ton, jumlah yang lebih dari cukup

Tayang:
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
Pimpinan Perum Bulog Belitung, Syahrianza Rahman, Jumat (13/3/2026).  

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah, riuh persiapan di rumah-rumah warga Belitung Timur mulai terasa.

Di balik kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, Pimpinan Perum Bulog Belitung, Syahrianza Rahman memberikan sebuah kepastian saat diwawancarai, Jumat (13/3/2026).

Kesiapan Bulog menghadapi lonjakan permintaan pasar terlihat dari data yang dipaparkan oleh Syahrianza. Meski membawahi dua kabupaten sekaligus, Syahrianza memastikan bahwa pasokan kebutuhan dasar untuk masyarakat saat ini dalam kondisi sangat aman.

Syahrianza juga menyeret isu kelangkaan beras yang sering menghantui menjelang lebaran. Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi tahun ini.

Syahrianza mencatat stok beras medium yang tersimpan rapi di gudang Bulog mencapai angka 1.169 ton, jumlah yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa pekan ke depan.

Tak hanya beras, komoditas minyak goreng yang menjadi nyawa masakan juga dipastikan tersedia dalam jumlah besar. Untuk Minyakita saja, Syahrianza mengatakan bahwa Bulog telah menyiagakan sekitar 89.000 liter yang siap digelontorkan secara reguler ke pasar-pasar.

“Untuk Minyakita reguler, penyaluran yang kita salurkan ke pasar-pasar SPHP itu ada di 89.000 liter. Insyaallah aman, karena kami juga sudah membanjiri pasar-pasar,” ujarnya.

Bagi warga yang mencari pilihan lain, Bulog juga menyediakan minyak goreng premium merek Fortune sebanyak 1.000 liter serta stok gula pasir yang mencapai 1 ton.

Strategi ini sengaja dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan menemukan bahan pokok di warung-warung pengecer mitra Bulog.

Fenomena panic buying atau aksi borong juga menjadi perhatian Syahrianza setiap tahunnya. Ketakutan akan kehabisan stok seringkali menjadi pemicu utama kenaikan harga yang tidak wajar.

Oleh karena itu, Bulog secara khusus mengimbau masyarakat, terutama para ibu rumah tangga di Belitung Timur agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan.

Pesan ini disampaikan oleh Syahrianza karena sejatinya stok yang ada saat ini tidak hanya mendekam di dalam gudang. Sebagian besar pasokan sudah mulai didistribusikan ke tangan-tangan pengecer agar mudah dijangkau oleh warga di tingkat desa.

“Jadi saya kira tidak perlu ada panic buying, insyaallah stok terjaga. Di pasaran juga sudah ada merata untuk kestabilan ketersediaan,” ucapnya.

Dari sisi harga, pantauan Syahrianza selama tiga hari terakhir di pasar-pasar Belitung Timur menunjukkan tren yang menggembirakan. Harga Beras SPHP rata-rata dijual di angka Rp60.000 per kemasan, masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp65.500.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas Minyakita. Meski HET berada di angka Rp15.700, di lapangan rata-rata pedagang masih menjualnya dengan harga Rp15.500 per liter. Angka-angka ini menjadi indikator bahwa stabilitas harga di Belitung Timur masih sangat terkendali.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved