Berita Belitung Timur
Volume Sampah di Belitung Timur Capai 50 Ton per Hari Selama Lebaran, Manggar Penyumbang Terbesar
Penumpukan sampah ini sebenarnya sudah mulai merangkak naik sejak awal bulan Ramadan, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Hendra
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Limbah rumah tangga di Belitung Timur membengkak hingga menyentuh angka 50 ton dalam sehari selama masa perayaan Idulfitri 1447 H. Fenomena lonjakan ini menjadi catatan khusus bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung Timur guna menjaga kebersihan kota, Jumat (27/3/2026).
Penumpukan sampah ini sebenarnya sudah mulai merangkak naik sejak awal bulan Ramadan, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Namun, titik puncaknya terjadi saat warga mulai berbenah untuk menyambut hari raya.
Kepala Bidang Persampahan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, DLH Belitung Timur, Widiyanto menjelaskan mekanisme kenaikan volume sampah ini saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, aktivitas bersih-bersih rumah yang dilakukan hampir seluruh warga secara bersamaan menjadi pemicu utama meluapnya bak-bak penampungan.
"Volume sampah memang kalau dilihat dari yang dikirim data kemarin tuh ada peningkatan, lah. Bukan hanya dari Lebaran sebenarnya, dari awal Ramadan pun sudah kelihatan. Mungkin makin melonjak karena masyarakat sibuk berbenah," ujar Widiyanto.
Dalam kondisi normal, mesin pengelolaan sampah di Belitung Timur biasanya hanya mengolah sekitar 30 hingga 35 ton sampah setiap harinya. Namun, selama periode tersebut laporan yang masuk dari para petugas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menunjukkan angka yang jauh melampaui kapasitas biasa.
"Kalau rata-rata kita kan per hari itu sekitar 30 sampai 35 ton. Waktu lebaran itu ada hari-hari tertentu tuh bisa capai 40, 50 ton gitu per hari dari laporan kawan-kawan yang masuk TPA," ucap Widiyanto.
Widiyanto mengatakan penyumbang terbesar dari banyaknya sampah ini terkonsentrasi di wilayah pelayanan Kecamatan Manggar. Kondisi wilayah perkotaan membuat produksi limbah domestik di Manggar jauh lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya seperti Gantung, Damar, dan Kelapa Kampit.
"Kalau dominannya memang daerah Manggar. Pelayanan kita kan terbesar paling banyak di Manggar gitu. Dan memang ya wajarlah kalau gitu kan, karena kota dengan kondisi ramai penduduk," ungkapnya.
Untuk mengatasi hal ini, DLH mengatur strategi pengangkutan dengan tetap menyiagakan personel di lapangan meskipun dalam masa libur panjang. Para petugas roda tiga hingga truk pengangkut tetap diwajibkan masuk sesuai surat tugas guna memastikan tidak ada sampah yang mengendap terlalu lama di pemukiman.
"Kita sudah mengeluarkan surat tugas kemarin dengan beberapa kawan-kawan bahwa tanggal 18-19 masuk. Tanggal 23-24 itu ada yang masuk juga," ujarnya.
Meskipun beban kerja meningkat drastis, Widyanto menyebut keluhan yang masuk dari masyarakat masih dalam taraf yang bisa ditoleransi.
"Ya memang adalah chat-chat WA yang masuk dari masyarakat kan gitu, tapi ya masih dianggap normal, enggak ada gitu yang negatif," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Pedagang Hewan Kurban di Manggar Keluhkan Penurunan Daya Beli Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Pemkab Belitung Timur Matangkan Persiapan Takbir Keliling Idul Adha 1447 Hijriah |
|
|---|
| KONI Beltim Akui Anggaran Porprov VII Masih Kurang Rp1 Miliar |
|
|---|
| RDP Porprov Beltim Alot, Dewan Penasihat PSSI Usul Tak Usah Berangkat |
|
|---|
| Pencarian Pemancing Hilang di Selat Karimata Masuki Hari Ketiga, Area Penyisiran Diperluas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Bak-Sampah-di-Belitung-Timur.jpg)