Berita Belitung Timur

Suara Hati Petugas Kebersihan Manggar, Harap Nasib PPPK Belitung Timur Aman 2027

Di balik tugas membersihkan kota, Bobby Kurniawan menyimpan kekhawatiran soal masa depan sebagai PPPK di tengah isu efisiensi ...

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
HARAPAN - Petugas kebersihan PPPK dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung Timur, Bobby Kurniawan saat berbagi cerita mengenai tantangan kerja dan harapannya terhadap keberlanjutan status kepegawaian di Manggar, Kamis (2/4/2026). Mewakili rekan sejawatnya, Bobby berharap pemerintah daerah tetap memprioritaskan nasib para petugas lapangan di tengah rencana penyesuaian postur belanja pegawai demi menjaga stabilitas pelayanan publik dan kesejahteraan keluarga mereka.  

POSBELITUNG.CO, BELITUNG --

Guncangan bak truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung Timur terasa keras saat melintasi jalur Desa Baru, Manggar, Kamis (2/4/2026) pagi. Di atasnya, Bobby Kurniawan berdiri tegak menjaga keseimbangan, menjalankan rutinitas yang telah ia jalani selama bertahun-tahun sebagai petugas kebersihan.

Bobby merupakan satu di antara 81 petugas kebersihan lapangan yang kini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Setiap hari, ia bersama rekan-rekannya memulai aktivitas sejak pukul 06.00 WIB, saat sebagian warga masih terlelap. Mereka berkumpul di pangkalan untuk memastikan kesiapan armada serta membagi rute kerja dan memastikan truk dalam kondisi siap.

Status PPPK yang disandang Bobby sejak 1 Agustus 2023 merupakan buah dari perjuangan panjang. Ia mengenang bagaimana Kepala Dinasnya dahulu harus berkonsultasi insecara intens bersama Bupati dan BKPSDM agar 81 orang petugas lapangan ini bisa mendapatkan rumah jabatan yang layak sebagai ASN PPPK.

“Alhamdulillah setelah koordinasi dengan Pak Bupati, akhirnya dicarikan rumah jabatan untuk kami 81 orang di tiga kecamatan. Ini perubahan status yang sangat kami syukuri,” ujar Bobby.

Namun, di balik kegembiraan itu, ada kekhawatiran yang mulai mendatangi pikiran secara perlahan. Isu mengenai beban belanja pegawai di APBD yang melampaui batas 30 persen menjadi pembicaraan hangat di kalangan pegawai, termasuk Bobby.

Kabar mengenai adanya evaluasi atau kemungkinan efisiensi belanja pegawai di tahun 2027 mulai sampai ke telinga Bobby.

"Oh ya, samar-samar pernah dengar isu kayak gitu (pengurangan). Harapan saya untuk kepala daerah kita, tolong dipikirkan matang-matang. Karena PPPK ini tumpuan periuk nasi untuk keluarga kami," ucap Bobby.

Bagi Bobby, ancaman pemutusan kontrak atau efisiensi anggaran adalah satu di antara hal yang ia takuti. Ia mengaku akan merasa sangat kesulitan jika harus memulai mencari pekerjaan dari nol di usianya sekarang.

"Yang ditakutkan ya selama ini kita sudah lama bergantung pada instansi pemerintah, palingan susah mendapatkan gaji bulanan di tempat lain. Tapi kalau amit-amit terjadi, ya apa boleh buat, harus tetap berusaha lagi," ungkapnya.

Realita kerja Bobby memang berat. Ia bekerja enam hari dalam seminggu, hanya menyisakan satu hari untuk beristirahat.

Bobby juga membahas mengenai hak-hak tambahan yang hingga kini belum terealisasi sepenuhnya sejak beralih status. Satu di antaranya adalah Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang bagi pekerja lapangan seperti mereka sangatlah berarti.

"Harapan saya, hak-hak yang seharusnya kami dapatkan sebagai PPPK dapat diwujudkan. Seperti TPP kita yang sampai sekarang belum ada. Kami ini pelayan masyarakat yang kerja di lapangan 6 hari kerja," ujarnya.

Tugas Bobby juga merambah ke urusan digital. Pagi itu, saya menyaksikannya melakukan penagihan di MIN 1 Belitung Timur.

Bobby harus selalu memastikan data yang ia masukkan ke gawai, entah absen atau tagihan retribusi sesuai.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved