Berita Belitung Timur
Kisah Ceng Beng: Legenda Raja dan Makna Bakti dalam Tradisi Leluhur
Di tengah terik matahari Manggar, tradisi Ceng Beng tetap dijalankan dengan khidmat. Bagi warga Tionghoa, ritual ini bukan sekadar ziarah,...
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Namun, ada satu makam yang tetap dibiarkan semak dan terbengkalai. Sang raja pun menangis karena ia tahu itulah makam ibunya.
"Dari taktik itulah raja menemukan ibunya. Dan dari situ pula tradisi Ceng Beng dimulai. Tradisi di mana setiap anak harus membersihkan makam agar orang tua mereka tidak 'hilang' di telan semak," ungkap Man.
Legenda ini menjadi pengingat keras bagi Man. Ia mengatakan makam yang bersih adalah simbol bahwa keluarga tersebut masih memiliki keturunan yang berbakti. Sebaliknya, makam yang bersemak bisa menjadi tanda putusnya kasih sayang antar generasi.
Bagi Man, Ceng Beng adalah tradisi yang sakral. Ia menjelaskan bahwa ada aturan yang ketat, misalnya perbaikan makam hanya boleh dilakukan di bulan ini. Jika dilakukan di luar periode Ceng Beng, mereka tidak berani melakukannya.
"Bagi orang Buddha, kalau hari selain Ceng Beng, kita ndak berani. Misalnya ngecat ulang atau memperbaiki yang pecah, itu ndak boleh. Harus di bulan yang baik ini," ujarnya.
Man juga bercerita tentang batas waktu ritual dimana puncak peringatan yang jatuh setiap tanggal 5 April ini memiliki aturan tersendiri.
Selain itu, Man menjelaskan makna balas budi adalah sesuatu yang tidak akan pernah selesai. Meskipun orang tua sudah tiada, ikatan itu harus tetap dijaga.
"Mungkin orang bilang balas budi ndak cukup, apalagi kalau mereka sudah ndak ada. Tapi selagi kita mampu, ini harus jalan terus," ucapnya.
Pesan ini nampaknya menjadi pemantik kepulangan Man tahun ini. Ia ingin menekankan bahwa bakti tidak mengenal jarak.
Sebelum beranjak, Man menunjukkan keramahannya. Ia masih sempat menawarkan air mineral dingin untuk melepas dahaga di tengah cuaca panas.
Man pun berpamitan, memasuki mobilnya bersama istri dan anak. Klakson mobilnya menjadi pertanda terlaksananya tradisi yang Man anggap sangat sakral ini. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Pelepasan Jemaah Haji Beltim 2026 Dipusatkan di Masjid Agung Darussalam Manggar |
|
|---|
| Investor Tiongkok Lirik KIAK Beltim, Siap Bangun Industri Stainless Steel Terintegrasi |
|
|---|
| Cegah Main Hakim Sendiri, Bhabinkamtibmas Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan di Dusun Selinsing |
|
|---|
| Harga Gas Non Subsidi di Belitung Timur Melonjak Berpotensi Pindah ke Gas Subsidi |
|
|---|
| Harga Gas Non Subsidi di Beltim Melejit, Pangkalan di Manggar Sebut Warga Mengeluh Tapi Tetap Beli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260403-TRADISI-TAHUNAN-Suasana-ziarah-di-Area-Pemakaman-Warga-Tionghoa-Manggar.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260403-TRADISI-TAHUNAN-Suasana-ziarah-di-Area-Pemakaman-Warga-Tionghoa-Manggar2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260403-TRADISI-TAHUNAN-Suasana-ziarah-di-Area-Pemakaman-Warga-Tionghoa-Manggar1.jpg)