Berita Belitung Timur
AAI Beltim Bedah Tantangan Profesi Arsiparis di Era AI
Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Belitung Timur menggelar diskusi skala nasional untuk menjawab masa depan profesi arsiparis di tengah gempuran AI.
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Fitriadi
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Masa depan profesi arsiparis di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi sorotan. Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Cabang Belitung Timur (Beltim) berinisiatif menggelar diskusi skala nasional.
Diskusi daring dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55 tersebut dikemas melalui penyelenggaraan Seminar Kearsipan Nasional 2026 yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026).
Dalam seminar, panitia mengusung tema "Empowering the Future: Arsiparis di Era Digital, Terancam atau Semakin Dibutuhkan?"
Melalui aplikasi zoom meeting, kegiatan ini sukses menyedot perhatian publik secara luas sampai diikuti oleh ratusan peserta lintas sektoral di Indonesia.
Adapun peserta seminar terdiri atas jajaran arsiparis, anggota AAI Belitung Timur dan AAI luar daerah, perwakilan kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kalangan akademisi, serta para pegiat literasi hingga aktivis transformasi digital.
Seminar didesain sebagai ruang diskusi untuk menjawab tantangan besar profesi arsiparis di tengah percepatan transformasi digital dan perubahan pola pengelolaan informasi modern di instansi pemerintahan.
Ketua AAI Cabang Belitung Timur, Woro Hapsari Candra Dewi menjelaskan bahwa tuntutan zaman memaksa adanya pergeseran fungsi agar profesi ini tetap relevan.
"Arsiparis hari ini bukan sekadar pengelola arsip, tetapi penjaga jejak sejarah, pengawal akuntabilitas, dan navigator informasi di era digital," ujar Woro.
Sekadar informasi, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Sekretaris Jenderal Pengurus Nasional AAI, Abdullah Sobri SE MAB. Kemudian ada Ketua AAI Provinsi Jawa Barat, Drs Febriandi Ismail MSi, serta Woro Hapsari sendiri.
Woro kemudian melanjutkan bahwa tantangan teknologi ini harus disikapi secara optimis oleh seluruh anggota asosiasi di daerah sebagai batu loncatan karir yang lebih profesional.
"Semangat Hari Kearsipan Nasional ke-55 menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi arsiparis sebagai profesi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman," ucapnya.
Para peserta diajak untuk memahami bahwa arus digitalisasi sejatinya bukanlah sebuah ancaman yang akan menyingkirkan peran manusia, melainkan peluang besar dalam mendukung tata kelola pemerintahan modern yang bersih dan transparan.
Di akhir sesi, Woro mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya partisipasi serta keaktifan para peserta dari dalam giat kearsipan ini.
“Alhamdulillah Seminar Kearsipan Nasional dalam rangka Hari Kearsipan Nasional ke-55 dapat terlaksana dengan sukses dan antusiasme peserta sangat luar biasa," ungkapnya.
Woro berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan peran arsiparis agar semakin adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan era digital. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Free Fire Ajak Gamers Belitong Jaga Alam |
|
|---|
| Pemkab Beltim Matangkan Rencana Sekolah Rakyat, Lahan 8,6 Hektar Sudah Siap di Kawasan Terpadu |
|
|---|
| Festival Napak Sire Belitung Masuk KEN 2026, Hidayat Arsani Bangga Pariwisata Babel |
|
|---|
| Gubernur Babel Respons Anjloknya Harga Sawit, APKASINDO Dipanggil Senin Depan |
|
|---|
| Harga Sawit Turun Mendadak, Petani Simpang Pesak Trauma Krisis Sawit Masa Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Seminar-Kearsipan-Nasional.jpg)