Berita Belitung Timur
Free Fire Ajak Gamers Belitong Jaga Alam
Aksi bertajuk FF Community Berdampak ini sengaja digagas sebagai bentuk kepedulian nyata komunitas terhadap kebersihan lingkungan di Belitung.
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Fitriadi
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dunia game dan e-sports selama ini kerap diidentikkan pada aktivitas dalam ruangan yang terkesan individual.
Komunitas Free Fire Regional Belitong mengubah pandangan itu melalui sebuah aksi nyata dalam aspek sosial dan lingkungan.
Berbekal karung berukuran besar dan kantong plastik, sejumlah pemuda yang merupakan para pemain game survival populer ini turun ke jalanan di sekitar Lapangan Bola Aik Ketekok, Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (20/5/2026) sore.
Komunitas ini merupakan gabungan antara pemain game Belitung dan Belitung Timur. Mereka yang dari Belitung Timur rela menempuh puluhan kilometer untuk bisa mengikuti aksi ini.
Di bawah komando pengurus Free Fire Regional Belitong, para pecinta permainan ini menyusuri sepanjang pinggir jalan hingga ke area semak-semak untuk memungut satu per satu sampah plastik, botol bekas, serta limbah domestik yang berserakan di fasilitas publik tersebut.
Aksi bertajuk FF Community Berdampak ini sengaja digagas sebagai bentuk kepedulian nyata komunitas terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat luas.
Pengurus Komunitas Free Fire Regional Belitong, Bellie Saputra menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan lapangan ini adalah untuk membuktikan ekosistem game mampu menghadirkan dampak yang positif.
"Kami ingin menggambarkan kepada masyarakat bahwa terdapat dampak nyata yang bisa diimplementasikan langsung oleh para gamers baik untuk lingkungan maupun masyarakat sekitar," ujar Bellie.
Bellie mengatakan gerakan memungut sampah ini juga dirancang sebagai media edukasi internal bagi para pemain Free Fire di Pulau Belitong agar memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. Mereka diajak untuk mulai merubah kebiasaan buruk dan lebih menghargai kebersihan lingkungan di mana pun mereka berada.
"Tujuannya agar para pemain game, khususnya Free Fire dapat tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan melestarikan apa yang sudah disediakan oleh alam," ucapnya.
Dari aksi ini, pengurus komunitas berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab personal dari setiap anggota untuk senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.
Aksi bersih-bersih di seputaran Lapangan Bola Aik Ketekok ini juga menjadi bukti autentik bahwa komunitas esports lokal mampu membawa semangat gotong royong di luar dunia virtual.
Ke depan, FF Community Berdampak diproyeksikan Bellie menjadi sebuah gerakan berkelanjutan yang mampu memicu lahirnya generasi yang peduli dari kalangan generasi muda di Pulau Belitong.
"Mudah-mudahan lewat gerakan awal ini, ke depannya bisa memicu lebih banyak lagi kegiatan sosial serupa yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Pemkab Beltim Matangkan Rencana Sekolah Rakyat, Lahan 8,6 Hektar Sudah Siap di Kawasan Terpadu |
|
|---|
| Festival Napak Sire Belitung Masuk KEN 2026, Hidayat Arsani Bangga Pariwisata Babel |
|
|---|
| Gubernur Babel Respons Anjloknya Harga Sawit, APKASINDO Dipanggil Senin Depan |
|
|---|
| Harga Sawit Turun Mendadak, Petani Simpang Pesak Trauma Krisis Sawit Masa Lalu |
|
|---|
| Harga Sawit Turun, Petani di Beltim Terpaksa Hemat Biaya Makan Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Free-Fire-Belitong.jpg)