Ahok Jadi Saksi Kasus Pertamina, Tantang Jaksa Periksa Presiden

Dalam sidang ini, Ahok bahkan meminta jaksa penuntut umum memeriksa Presiden Joko Widodo atau Jokowi karena Joko Priyono dicopot.

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Kompas.com/Baharudin Al Farisi
JADI SAKSI - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihadirkan sebagai saksi pada persidangan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) 2018-2023 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). 

Ahok lalu mengatakan BUMN keterlaluan mencopot orang meritokrasi.

Ia bahkan meminta BUMN dan Presiden diperiksa karena Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid dicopot.

"Ini orang terbaik pak Joko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?" kata Ahok.

Ucapan Ahok itu lalu disambut sorak dan tepuk tangan pengunjung persidangan.

Majelis hakim lalu mengingatkan pengunjung agar tertib di persidangan.

"Tolong pengunjung, bisa tertib pengunjung, pengunjung. Ini persidangan ya, ini bukan hiburan. Tolong jangan bertepuk tolong," imbau Hakim Ketua Fajar Kusuma.

Blak-blakkan Sebut BUMN Titipan Politik

Dalam kesempatan yang sama, Ahok juga mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti titipan politik.

Hal tersebut disampaikan Ahok saat menjawab pertanyaan Hakim Anggota Adek Nurhadi soal pengalamannya menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024. Ahok diperiksa sebagai saksi pada perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.

 “Terakhir ya. Selama saksi menjabat jadi Komut, apakah saksi mengetahui ataupun sebelumnya, adanya campur tangan selain internal ataupun dari pemerintah terkait dengan perjalanan perusahaan di Pertamina?” tanya Adek, kepada Ahok, Selasa (27/1/2026) dikutip dari kontan.

“Kalau mau ngomong jujur Pak ya... BUMN ini seperti titipan politik. Saya suka bicara, kalau saya bukan teman Presiden, tidak mungkin ditaruh saya di Komut,” sambung Ahok.

Mendengar pernyataan ini, Adek langsung memotong pernyataan Ahok karena dianggap keluar konteks.

Adek pun kembali bertanya kepada eks Gubernur Jakarta itu.

“Tunggu, tunggu dulu. Pertanyaan saya, di luar pemerintah dan internal. Kalau internal berarti Komut, Direksi. Pemerintah. Di luar itu. Ada tidak? Apakah dari pihak swasta atau di mana?” tanya Adek.

Dalam hal ini, Ahok mengatakan bahwa dia kurang bergaul dengan orang-orang migas.

“Orang tambang, Pak. Orang dagang. Makanya saya sebetulnya tidak gitu familier dengan pelaku-pelaku migas, Pak,” ucap Ahok.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved