Ali Larijani: Donald Trump Harus Bayar Nyawa Ayatollah Ali Khamenei

​Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Trump Lolos

Tayang:
Penulis: Evan Saputra | Editor: Evan Saputra
Dok istimewa/Tribunnews.com | X | CNN-News 18
KONDISI KESEHATAN TRUMP - Di tengah memanasnya konflik dengan Iran, kondisi Donald Trump disorot, ada bercak merah di kulitnya. 

POSBELITUNG.CO - ​Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump lolos dari tanggung jawab atas serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Larijani menyebut Trump kini terjebak dalam "kebuntuan strategis" akibat kesalahan perhitungan internasional yang fatal.

Serangan AS-Israel kepada Iran, Sabtu (28/2/2026), telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan lebih dari ribuan warga negara itu.

Baca juga: Noel Ingatkan Menkeu Purbaya: Hati-Hati Pak, Bandit Sudah Lepas Anjing Liar untuk Gigit Anda

Ali Larijani menegaskan kejahatan Trump tak akan tidak dijawab.

Ia juga menyerukan bahwa Iran tak akan menyerah hingga perlawanan dicapai dan para agresor dihukum.

“Kami tak akan membiarkan Trump pergi, ia harus membayarnya,” kata Larijani dikutip dari CNN, Minggu (8/3/2026).

Ia juga menegaskan serangan ke Iran adalah kesalahan perhitungan internasional presiden AS tersebut.

Menurutnya, Trump berpikir ia bisa mengulangi model yang dilakukannya di Venezuela kepada Iran.

Tetapi, Larijani menegaskan bahwa Trump kini terjebak dalam kebuntuan strategis.

“AS sekarang terjebak dalam kesalahan perhitungannya sendiri,” ucap Larijani.

Ali Larijani sendiri pada postingan di media sosial X, mengatakan bahwa sejumlah tentara AS telah ditangkap. Tetapi oleh pihak AS para tentara tersebut diklaim telah terbunuh saat beraksi.

“Meski upaya mereka sia-sia, kebenaran bukanlah sesuatu yang dapat mereka sembunyikan terlalu lama,” tulisnya.

Tolak Mojtaba Khamenei Jadi calon Pemimpin Tertinggi Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak Mojtaba Khamenei sebagai calon Pemimpin Tertinggi Iran setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel.

Trump menegaskan bahwa Washington harus memiliki hak suara dalam menentukan pemimpin baru di Teheran guna memastikan terciptanya perdamaian dan menghindari konflik berkepanjangan di masa depan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved