Biodata Dadan Hindayana Kepala BGN Bakal Dipanggil DPR RI Soal Pengadaan Motor Listrik

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang akan dipanggil DPR RI.

Dok istimewa//Kompas.com
BGN -- Inilah biodata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang akan dipanggil DPR RI. 

POS BELITUNG -- Inilah biodata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang akan dipanggil DPR RI.

Dadan diminta DPR untuk menjelaskan pengadaan puluhan ribu motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanggil Dadan Hindayana, untuk memberikan penjelasan langsung.

Baca juga: Gencatan Senjata Iran - Amerika Serikat Rapuh, Pengamat : Ini Kayaknya Bisa Gagal Lagi

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/4/2026) di Gedung DPR RI.

“Kami sudah mengagendakan untuk memanggil BGN hadir di DPR minggu depan untuk kami tanyakan berbagai isu tentang MBG, termasuk terkait dengan pengadaan 20.000 motor listrik yang diadakan oleh BGN,” kata Charles.

DPR: Tidak Pernah Diajak Konsultasi

Charles menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI tidak pernah dilibatkan atau diajak berkonsultasi terkait rencana pengadaan motor listrik dalam jumlah besar tersebut.

“Enggak ada (konsultasi ke Komisi IX DPR RI), karena kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak,” ujarnya.

Pernyataan ini memperlihatkan adanya celah komunikasi antara pelaksana program dan lembaga legislatif.

Menurut Charles, kebijakan pengadaan kendaraan tersebut tidak selaras dengan tujuan utama program MBG, yakni memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.

Ia juga menilai langkah itu tidak tepat di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang sedang berjalan.

“Adanya pengadaan ini di tengah efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah ini sangat tidak tepat, sehingga kami meminta BGN untuk membatalkan pengadaan itu,” tegasnya.

Soroti Harga yang Dinilai Janggal

Tak hanya soal urgensi, DPR juga menyoroti harga motor listrik yang dinilai terlalu tinggi, yakni berada di kisaran Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per unit.

Charles membandingkan harga tersebut dengan produk dalam negeri yang disebut bisa didapat dengan harga jauh lebih murah.

“Bahkan Rp 20 juta sekian sudah dapat satu unit motor. Jadi kalau bisa saya katakan secara jujur, pengadaan 20.000-an motor ini sangat tidak proper, sehingga kami mau menanyakan nanti tujuannya apa, dasarnya pengadaan itu seperti apa,” pungkasnya.

BGN: Dibutuhkan untuk Wilayah Sulit

Di sisi lain, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa motor listrik tersebut memiliki fungsi strategis, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil yang tidak bisa diakses kendaraan besar.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved