Timah
Harga Timah Hari Ini Menguat di Tengah Tekanan Pasokan Global, Sentuh Level 47.987 USD per Ton
Harga patokan timah di London Metal Exchange (LME) berada di level $47.987 per ton, menguat dari titik terendah bulanan sebelumnya.
POSBELITUNG.CO - Harga timah dunia menunjukkan pemulihan stabil pada perdagangan Selasa (14/4/2026), di tengah dinamika pasokan global yang masih ketat dan tekanan dari faktor makro ekonomi.
Berdasarkan data terbaru, harga patokan timah di London Metal Exchange (LME) berada di level $47.987 per ton, menguat dari titik terendah bulanan sebelumnya.
Meski demikian, harga tersebut masih terkoreksi sekitar 3,34 persen dibandingkan posisi awal Maret 2026.
Untuk transaksi harian, kisaran harga timah di pasar global tercatat sebagai berikut:
- Penyelesaian tunai LME: $47.925 – $47.975 per ton
- Kontrak berjangka 3 bulan LME: $48.000 – $48.100 per ton
- Konsentrat timah fisik (40–60 persen): $46.000 – $48.000 per ton
Sementara itu, di pasar domestik Indonesia melalui ICDX, harga timah berada di kisaran $32.635 – $34.405 per ton.
Harga domestik ini relatif lebih rendah karena mengikuti mekanisme pasar lokal, meskipun tetap dipengaruhi oleh harga acuan global.
Baca juga: Dukung SDM Unggul, PT TIMAH Buka Kesempatan Magang Bagi Siswa dan Mahasiswa di Berbagai Unit Kerja
Baca juga: Produksi dan Jumlah IKM Terasi Khas Bangka Selatan Meningkat Drastis
Pasar Shanghai
Di sisi lain, pasar timah Shanghai mengalami tekanan harga yang cukup tajam pada akhir pekan lalu. Analisis SMM mencatat harga sempat anjlok akibat sentimen pasar luar negeri dan kebijakan makro.
Namun demikian, kondisi pasokan yang masih terbatas memberikan bantalan kuat terhadap harga.
Gangguan listrik di Yunnan yang belum sepenuhnya pulih menyebabkan pasokan timah di pasar spot tetap ketat.
Secara teknikal, pasar Shanghai saat ini memiliki Level support sebesar 192.000 yuan per ton dengan Level resistensi sebesar 203.000 yuan per ton.
Kisaran ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam membaca arah pergerakan harga jangka pendek.
Sepanjang tahun berjalan, harga timah menunjukkan performa yang cukup impresif, naik hampir 20 persen sejak awal 2026 dan melonjak 53,7 persen dibandingkan April 2025.
Mencapai puncak tertinggi di $56.800 per ton pada 29 Januari 2026.
Namun volatilitas tetap tinggi, seiring ketatnya persediaan di bursa utama seperti LME dan Shanghai Futures Exchange (SHFE).
Faktor Utama Penggerak Harga
Sejumlah faktor fundamental masih menjadi pendorong utama harga timah global, antara lain:
| Harga Timah Tembus Rp959 Ribu per Kilogram, Ekspor Babel Melonjak Rp2,59 Triliun |
|
|---|
| Kajari Basel Tetapkan 10 Tersangka, 8 Bos Timah Ditahan, Negara Rugi Rp4,16 Triliun |
|
|---|
| Tiga Daerah di Bangka Belitung Kantongi WPR, Bagaimana dengan Pulau Belitung? |
|
|---|
| Harga Timah Meroket di Awal 2026, Bertahan di Posisi Rp700 Juta per Ton |
|
|---|
| 145 Kampil Timah Senilai Rp2 Miliar Disita Satgas Halilintar di Belitung Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211123-balok-timah.jpg)