Amerika Blokade Penuh Selat Hormuz, Pasukan AS Berisiko Terjebak
IRGC memperingatkan kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan “ditindak tegas”.
Penulis: Evan Saputra | Editor: Evan Saputra
POSBELITUNG.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan blokade penuh di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026).
Langkah militer yang dijadwalkan berlaku pukul 22.00 WIB ini bertujuan memutus total arus ekspor minyak Teheran, memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus ambang 100 dolar AS per barel.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah global, sehingga setiap gangguan berpotensi berdampak luas.
Langkah ini diumumkan hanya sehari setelah pembicaraan damai AS–Iran di Islamabad runtuh tanpa kesepakatan, meski sebelumnya kedua pihak menyepakati gencatan senjata sementara
Harga minyak melonjak menembus 100 dolar AS per barel, sementara pasar Asia melemah di tengah kekhawatiran gangguan pasokan global.
Respons IRGC
Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan “ditindak tegas”.
IRGC menegaskan Iran menguasai penuh selat tersebut dan memperingatkan pasukan AS berisiko terjebak dalam “pusaran maut”.
Kepala Angkatan Laut Shahram Irani menyebut ancaman Washington “konyol”, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menuduh AS menggagalkan kesepakatan yang “hampir tercapai” di Islamabad.
Ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Iran tidak akan mundur, dan pejabat senior Mohsen Rezaee menyebut rencana AS “akan gagal”.
Sementara itu, Komando Pusat AS menyatakan angkatan laut akan menghentikan kapal mana pun yang menuju atau berasal dari Iran di Selat Hormuz.
Pelayaran ke pelabuhan non-Iran tidak akan diganggu.
"Pasukan Komando Pusat AS (Centcom) akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10 pagi (22.00 WIB), sesuai dengan proklamasi presiden," demikian pernyataan yang diunggah di platform perusahaan media sosial AS, X.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kapal yang membayar bea masuk ke Iran dapat dicegat di perairan internasional, dan menegaskan tidak memprioritaskan kelanjutan negosiasi.
Trump mengatakan bahwa sejumlah negara akan membantu Washington dalam menerapkan blokade Selat Hormuz.
| Sosok Riono Budisantoso, Kajati Babel Baru Ditunjuk Jaksa Agung: Profil, Pendidikan, Jejak Karier |
|
|---|
| Video: Negosiasi AS-Iran Deadlock! Tim Trump Tinggalkan Pakistan, Negosiator Klaim Beda Keterangan |
|
|---|
| Biodata Yai Mim, Eks Dosen UIN Meninggal di Polresta Malang Kota, Tersangka Kasus Dugaan Asusila |
|
|---|
| Harta Kekayaan Krisantus Kurniawan Wagub Kalbar yang Tantang Cium Lutut KDM, Tembus Rp3,8 Miliar |
|
|---|
| Video: Pakistan Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Kebuntuan Negosiasi Akhiri Perang AS-Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250925-Donald-Trump.jpg)