Amerika Blokade Penuh Selat Hormuz, Pasukan AS Berisiko Terjebak

IRGC memperingatkan kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan “ditindak tegas”.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra | Editor: Evan Saputra
whitehouse.gov via Tribunnews
DONALD TRUMP - Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan kapal militer Amerika Serikat yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan “ditindak tegas”. 

“Kami akan melakukan blokade. Ini akan memakan sedikit waktu, tetapi akan segera efektif,” ujarnya dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (12/4/2026), seperti dikutip Anadolu. 

“Kami pikir banyak negara akan membantu kami dalam hal ini, tetapi kami akan menerapkan blokade penuh. Kami tidak akan membiarkan Iran menghasilkan uang dari penjualan minyak kepada pihak yang mereka sukai dan tidak kepada pihak lain,” tambahnya. 

Ia juga mengisyaratkan keterlibatan negara-negara Teluk dalam operasi tersebut, meski tidak merinci siapa saja yang terlibat.

Inggris Tolak Ikut AS Blokade Hormuz 

Menurut laporan BBC, Inggris, yang merupakan anggota NATO, tidak akan terlibat dalam operasi militer AS untuk memblokade Selat Hormuz

Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan, "Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi global dan biaya hidup di dalam negeri."

Meski demikian, kapal penyapu ranjau dan kemampuan anti-drone Inggris akan terus beroperasi di wilayah tersebut. 

Inggris juga telah berulang kali menyerukan agar Selat tersebut dibuka kembali karena harga minyak melonjak signifikan sejak pecahnya perang di Iran.

Menanggapi dukungan dari sekutu, Trump mengeklaim bahwa NATO memang menawarkan bantuan untuk "membersihkan" Selat Hormuz

Namun, ia menilai aliansi tersebut terlambat dalam memberikan dukungan. 

“Saya sangat kecewa dengan NATO. Sekarang mereka ingin datang dan membantu di selat itu, dan tidak akan butuh waktu lama untuk membersihkannya. Kami akan membersihkan selat itu, dan mereka akan bisa menggunakannya dalam waktu tidak lama,” ujarnya.

Dampak Blokade Terhadap Iran dan Dunia

Analis pertahanan Justin Crump, mengatakan kepada BBC, bahwa kebijakan itu berpotensi menghentikan ekspor minyak Iran ke pasar utama seperti China, sehingga memberikan tekanan ekonomi langsung terhadap Teheran. 

“Ini adalah upaya untuk menunjukkan siapa yang lebih unggul dan memaksa pihak lain mundur,” ujar Crump. 

Ia menilai kedua pihak saat ini sama-sama merasa berada dalam posisi yang kuat dan berusaha membuktikan dominasi masing-masing.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved