Waspada Kemarau Kering 2026, BMKG Tegaskan Bukan Godzilla El Nino

BMKG mengklarifikasi bahwa Indonesia akan menghadapi fase kemarau yang lebih panjang dan kering mulai kuartal kedua 2026.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra | Editor: Evan Saputra
Posbelitung.co
BMKG mengklarifikasi bahwa Indonesia akan menghadapi fase kemarau yang lebih panjang dan kering mulai kuartal kedua 2026. 

Selain itu, dampak juga bisa merambah ke sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan berkurangnya hujan dapat memperburuk kualitas udara karena minimnya efek “pembersihan” alami dari hujan. 

Kondisi ini berpotensi meningkatkan polusi udara, terutama jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menjelaskan peningkatan suhu dan perubahan lingkungan juga dapat memicu penyebaran penyakit berbasis vektor seperti demam berdarah dan malaria.

"Peningkatan suhu dan perubahan lingkungan juga dapat memicu penyebaran penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti demam berdarah dan malaria, karena genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk," kata dia.

Selain itu, penurunan kualitas sanitasi dan air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit lain seperti diare, tifus, kolera, hingga leptospirosis.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diimbau memantau kualitas udara secara berkala, mengurangi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi, serta menggunakan masker jika diperlukan.

Penggunaan penyaring udara di dalam ruangan juga disarankan, termasuk menghindari sumber polusi seperti asap rokok. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi lintas sektor. 

Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan cadangan pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah potensi gangguan produksi akibat kekeringan.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan sekitar 400 pompa air untuk membantu petani menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memang menggunakan istilah “Godzilla” untuk menggambarkan potensi El Nino yang kuat. 

Namun, BMKG menekankan istilah tersebut bukan terminologi ilmiah resmi dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.

BMKG pun mengingatkan informasi terkait cuaca dan iklim perlu dipahami secara proporsional. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi dampak kemarau kering, namun tidak perlu bereaksi berlebihan.

(Kompas/Tribunnews)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved