Mojtaba Khamenei Terus Dirumorkan Kritis, Iran Sebut Hanya Cedera Ringan

Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei terus dirumorkan sedang dalam kondisi kritis. Namun, Iran membantahnya.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Dok istimewa
PIMPINAN TERTINGGI IRAN -- Sepeninggalan Ali Khamenei, Majelis Para Ahli Iran (Assembly of Experts) dilaporkan telah memilih putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya. 

POSBELITUNG.CO - Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei terus dirumorkan sedang dalam kondisi kritis.

Namun, Iran membantahnya.

Iran menyebut Majtaba Khamenei hanya mengalami cedera ringan.

Cedera itu didapat pasca serangan udara yang menargetkan kompleks kediamannya.

Dalam keterangan resmi, otoritas Iran menegaskan bahwa cedera yang dialami hanya bersifat ringan.

Pejabat Iran, Azim Ebrahimpour, menyatakan bahwa Mojtaba berada di lokasi saat serangan terjadi.

Ia dilaporkan mengalami luka di bagian kaki akibat gelombang kejut dari ledakan rudal.

 Meski demikian, kondisi tersebut disebut tidak serius dan tidak mengganggu kemampuannya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

Pemerintah Iran juga membantah berbagai laporan yang menyebut kondisi Khamenei lebih parah. 

Ebrahimpour menilai informasi tersebut tidak akurat dan berpotensi memicu spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas internal negara.

Insiden ini terjadi setelah serangan udara yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Teheran pada akhir Februari lalu.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas.

Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 9 Maret Mojtaba Khamenei diangkat sebagai penggantinya.

Spekulasi Kondisi Pemimpin Menguat
 
Namun sejak pengangkatan itu Mojtaba diketahui hanya menyampaikan dua pernyataan tertulis tanpa disertai rekaman suara atau penampilan visual. Situasi ini dinilai tidak biasa di tengah kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan validitas kepemimpinannya. Beberapa spekulasi berkembang di ruang publik, termasuk keraguan apakah ia benar-benar memegang kendali pemerintahan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved