Kesaksian Masinis KA Argo Bromo Anggrek Noviandi: Sinyalnya Ada yang Error

Kesaksian Noviandi soal kecelakaan kereta di Bekasi melibatkan KA Argo Bromo Anggrek. Diduga ada gangguan sinyal saat kejadian.

|
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
KECELAKAAN KA BEKASI - Tim gabungan dari Basarnas kembali mengevakuasi dua kantong jenazah dari lokasi kecelakaan maut tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi. 

POSBELITUNG.CO - Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Noviandi, mengaku sangat syok setelah terlibat dalam insiden tabrakan maut dengan Kereta Rel Listrik (KRL).

Peristiwa mengerikan ini terjadi di sekitar wilayah Stasiun Bekasi Timur dan menyisakan duka mendalam bagi dunia transportasi.

Meskipun masih dalam kondisi terguncang, Noviandi justru lebih mengkhawatirkan keselamatan para penumpang KRL yang terdampak paling parah.

Momen haru tersebut terekam jelas dalam siaran langsung kanal YouTube Trainspotter ID yang kebetulan berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Setelah berhasil keluar dari lokomotif, Noviandi sempat berbincang dengan seorang penumpang mengenai situasi keamanan di titik kecelakaan.

“Ya, untuk sementara aman sih,” ujar Noviandi saat memberikan keterangan awal mengenai kondisi pascabenturan keras tersebut.

Meski mencoba terlihat tenang, masinis tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa trauma akibat kecelakaan kereta di Bekasi yang baru saja ia alami.

Noviandi terus menyebutkan bahwa pikiran utamanya tertuju pada kondisi gerbong belakang KRL yang hancur tertabrak.

“Sama, kalau syok saya juga… Alhamdulillah (selamat), cuma yang penumpang KRL yang paling belakang itu,” katanya dengan nada bergetar.

Dalam percakapan tersebut, Noviandi menjelaskan bahwa proses evakuasi penumpang diarahkan langsung menuju area atas stasiun oleh petugas.

Ia juga menyarankan para penumpang untuk segera bergerak menjauh dari rel menuju titik aman yang telah ditentukan oleh pihak keamanan.

“Evakuasinya ke atas, tapi koordinasi sama pihak stasiunnya ya… sebenarnya ke atas aja sih langsung, di titik evakuasinya kan ini di atas,” jelasnya.

Terkait penyebab teknis, Noviandi menduga ada malfungsi serius pada sistem persinyalan di jalur tersebut sebelum KA Argo Bromo Anggrek melintas.

Ia mengungkapkan kejanggalan pada lampu sinyal yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah tanpa adanya peringatan bertahap.

“Enggak miss komunikasi kayaknya, ini ada sinyalnya ada yang error,” ungkap Noviandi memberikan kesaksian kunci.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved