Kesaksian Masinis KA Argo Bromo Anggrek Noviandi: Sinyalnya Ada yang Error

Kesaksian Noviandi soal kecelakaan kereta di Bekasi melibatkan KA Argo Bromo Anggrek. Diduga ada gangguan sinyal saat kejadian.

|
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
KECELAKAAN KA BEKASI - Tim gabungan dari Basarnas kembali mengevakuasi dua kantong jenazah dari lokasi kecelakaan maut tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi. 

Menurut prosedur operasional normal, perubahan sinyal dari warna hijau seharusnya tidak mungkin langsung melompat menjadi merah secara mendadak.

“Dibilang mendadak sih enggak, cuma harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasinya hijau,” tambah Noviandi.

Ia menjelaskan bahwa jika sinyal sebelumnya hijau, maka sinyal berikutnya maksimal adalah kuning, bukan merah yang mengharuskan berhenti total.

“Koneksi… harusnya kalau hijau sini maksimal kuning, enggak bisa merah,” tuturnya menjelaskan kejanggalan sistem saat kecelakaan kereta di Bekasi terjadi.

Noviandi juga mengonfirmasi bahwa saat insiden berlangsung, KA Argo Bromo Anggrek sedang melaju pada kecepatan sekitar 110 kilometer per jam.

“110-an,” ujarnya singkat menggambarkan betapa cepatnya laju kereta jarak jauh tersebut sebelum menabrak rangkaian KRL.

Baca juga: Kisah Sofia Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Anak Selamat Tapi Ibu Meninggal, Kini Trauma Naik KA

AHY Tinjau Lokasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah meninjau langsung lokasi tragedi ini pada Selasa siang.

AHY menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi 15 korban meninggal dunia dan 88 korban luka-luka yang masih dalam perawatan medis.

"Yang intinya pertama, kita semua tentunya berduka atas insiden kecelakaan kereta api tadi malam," ujar AHY saat berada di Stasiun Bekasi Timur.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh korban yang terjepit di gerbong belakang KRL telah berhasil dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Vice President Corporate Communication, Anne Purba, juga menyampaikan permohonan maaf resmi atas kejadian ini.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah benar faktor "sinyal error" yang menjadi pemicu utama kecelakaan. (Sumber : Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved