Ramadhan 2026

Menilik Kemegahan dan Riwayat Panjang Masjid Agung Al-Mabrur di Tanjungpandan

Masjid Agung Al-Mabrur adalah simbol bagi masyarakat Negeri Laskar Pelangi yang akarnya telah menghujam hingga lebih dari satu setengah abad silam

Tayang:
Posbelitung.co
IKON PERADABAN - Kemegahan Masjid Agung Al-Mabrur yang berdiri kokoh di tengah Kota Tanjungpandan, Kamis (19/2/2026). Masjid yang dibangun pertama kali pada tahun 1870 di atas tanah wakaf keluarga Depati Cakraningrat IX ini tetap menjadi jangkar spiritual dan ikon peradaban syiar Islam di Pulau Belitung melintasi berbagai zaman. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Cahaya matahari yang masuk melalui jendela memberikan pemandangan ikonik menyambut mereka yang datang untuk menunaikan ibadah pada, Kamis (19/2/2026) siang. Bersamaan dengan suara lalu lalang kendaraan tepat di depannya, Masjid Agung Al-Mabrur tegak berdiri sebagai ikon peradaban sejak dahulu.

Pilar-pilar beton yang kokoh berdiri berjajar, menyambut pandangan setiap jemaah yang melangkah masuk. Sementara hamparan sejadah yang bersih dan sejuk mengiringi langkah kaki menuju saf.

Masjid Agung Al-Mabrur adalah simbol bagi masyarakat Negeri Laskar Pelangi yang akarnya telah menghujam hingga lebih dari satu setengah abad silam. Maka dari itu, dibalik interior yang memanjakan ini, tersimpan cerita berupa memori mengenai bangunan bersejarah ini.

Jejak sejarah masjid ini tertanam kuat pada sosok Kiai Agoes Mohamad Saleh, adik dari Depati Rahat, yang menyandang gelar Depati Cakraningrat IX (1856-1873). Di atas tanah wakaf keluarganya inilah, cikal bakal pusat spiritualitas warga Belitung mulai dipancangkan.

Pembangunan fisik masjid yang monumental ini tercatat dimulai pada tahun 1870. Kala itu, pengerjaannya memakan waktu selama dua tahun, sebuah durasi yang menunjukkan betapa seriusnya masyarakat masa itu dalam membangun rumah ibadah secara swadaya.

Jika kini kita melihat kemegahan beton, maka pada awal berdirinya, Al-Mabrur hanyalah sebuah bangunan kayu ulin (bulin) yang bersahaja. Dindingnya tersusun dari papan dengan atap sirap yang ikonik, mencerminkan arsitektur khas Melayu Belitung pada zamannya.

Secara historis, masjid ini memiliki luas awal 16,5 meter persegi. Lokasinya pun sangat strategis, berbatasan dengan sekolah HIS yang kini menjadi SMP Negeri 1 Tanjungpandan di sisi selatan, serta jalan raya utama di sisi utara.

Seiring bergulirnya waktu, struktur kayu masjid mulai termakan usia. Pada 30 April 1936, sebuah langkah besar diambil melalui permufakatan yang dipimpin oleh K.A. Mohamad Joesoef, seorang Demang atau Districshoofd West Billiton.

Pertemuan tersebut menyepakati perbaikan total demi menyelamatkan marwah masjid. Di bawah komando Comite Pendoedoek Kota Moeslimin Tanjongpandan, K.A.H. Abd. Hamid ditunjuk memimpin renovasi perdana yang didanai sepenuhnya oleh sedekah wakaf masyarakat muslim setempat.

Anom (76), Penasehat Masjid Agung Al-Mabrur, menekankan bahwa masjid ini adalah simbol kemandirian. 

"Semua dibangun dari gabungan dana masyarakat, sebuah bukti gotong royong yang nyata," ujarnya.

Meskipun terdapat catatan tahun 1870 sebagai awal konstruksi, Anom menyebut ada indikasi sejarah wakaf yang mungkin lebih tua, meski perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap dokumen-dokumen otentik. Hal ini menambah misteri sekaligus kharisma sejarah yang menyelimuti Al-Mabrur.

Lebih dari sekadar monumen, Masjid Agung Al-Mabrur tetap hidup melalui tradisi intelektualnya. Salah satu yang paling konsisten adalah kajian kitab Fadhilah Amal yang dilaksanakan setiap selesai salat Dzuhur sejak sembilan tahun terakhir.

Tradisi ini membuat aktivitas masjid tetap terisi meski di luar jam salat wajib. Jemaah salat Zuhur di sini pun tergolong ramai, rata-rata mencapai tiga hingga lima saf setiap harinya.

Sehubungan dengan dimulainya bulan Ramadhan, Anom menjelaskan masjid ini juga menjadi rujukan utama bagi warga yang ingin melaksanakan itikaf. Setiap tahunnya, puluhan jemaah memilih bermalam di sini untuk mengejar keberkahan di sepuluh malam terakhir bulan suci.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved