Banjir Bali

Banjir Bali, 4 Jenazah Ditemukan di Waduk Tukad Badung

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa keempat korban yang ditemukan merupakan perempuan.

Tayang:
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Novita

POSBELITUNG.CO - Empat Jenazah Korban Banjir Bali Ditemukan di Waduk Tukad Badung.

Upaya pencarian korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali masih terus dilakukan oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, fokus utama diarahkan pada kawasan sepanjang titik awal kejadian hingga muara Waduk Tukad Badung, Denpasar.

Sementara itu, penanganan di sekitar area Pasar Badung Kumbasari dikoordinasikan oleh unsur SAR lain agar proses pencarian lebih terfokus.

Pada Kamis (11/9/2025) sekitar pukul 07.59 WITA, tim SAR gabungan menerima laporan dari seorang nelayan setempat mengenai penemuan dua jenazah di rawa-rawa yang berada di muara Waduk Tukad Badung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Saat proses evakuasi berlangsung, tim kembali menemukan satu jenazah lain yang mengapung di sekitar area tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 09.40 WITA, jenazah keempat berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa keempat korban yang ditemukan merupakan perempuan.

Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RS Prof Ngoerah menggunakan Ambulance Al Mandiri, Ambulance BPBD, serta Ambulance Namru guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, pada salah satu korban ditemukan sebuah tas kecil yang berisi kartu anggota koperasi simpan pinjam atas nama Nyoman Sari.

Namun, tiga korban lainnya belum bisa diidentifikasi hingga menunggu hasil resmi dari rumah sakit.

“Untuk memastikan identitas para korban, kami menunggu proses identifikasi dari RS Prof Ngoerah agar tidak terjadi informasi simpang siur di masyarakat,” ujar Nyoman Sidakarya dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (11/9/2025).

Selain evakuasi jenazah, tim SAR gabungan juga melakukan operasi penyisiran lanjutan.

Sorti pertama penyisiran dimulai pukul 11.00 WITA dengan menggunakan lima unit kano milik nelayan setempat yang dioperasikan oleh sepuluh personel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved