Video

Presiden Prabowo Subianto Warning Koruptor: Rakyat Tak Bisa Lagi Dibohongi, Hati-Hati Kau!

Prabowo percaya bisa mengamankan kekayaan bangsa, uang bangsa Indonesia akan cukup.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Novita

POSBELITUNG.CO - Presiden Prabowo Subianto bertekad menghentikan kebocoran kekayaan negara akibat korupsi, sehingga rakyat kurang menerima manfaatnya.

Prabowo pun mewanti-wanti para koruptor.

Pesan tegas itu disampaikannya ketika menghadiri acara di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dia meminta agar semua bekerja cerdas, tidak menyimpang ke jalur yang melanggar.

"Hai para koruptor! Aku ngomong ke situ (ke samping) ya koruptornya. Kalau ke sini (ke depan) kalian tersinggung," ucap Prabowo, dikutip dari Tribun Bogor, Rabu (1/10/2025).

"Hai koruptor, hati-hati kau mau curi Rp5 M masuk penjara, luar biasa kau, kerja keras, kerja kreatif, kerja dengan tulus, ikhlas," katanya.

Prabowo mengungkap bahwa kekurangan kita saat ini adalah kekayaan bangsa yang terlalu banyak yang hilang atau bocor.

Sehingga rakyat kebanyakan kurang menerima manfaat dari kekayaan negara. 

Dan itulah yang menjadi tekadnya dengan rekan-rekan yang membantunya di kabinet untuk menyelamatkan kekayaan bangsa Indonesia, untuk bisa dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia.

"Saya sudah lihat fakta-fakta, angka-angka negara kita sangat-sangat kaya. Kebocorannya luar biasa. Bayangkan kalau kita bisa hentikan kebocoran-kebocoran itu, saudara-saudara. Saya bertekad untuk menghentikan kebocoran-kebocoran itu," katanya

"Masalah kita ternyata ya korupsi parah benar, dan korupsi akan kita perangi. Dan saya ini berkeyakinan dan berharap bahwa pejabat-pejabat yang punya kekuasaan akan jera dan tidak mau tergoda untuk melakukan korupsi," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan karena rakyat sudah tidak mau terima lagi pemimpin-pemimpin yang korup.

"Rakyat kita jangan dianggap bodoh, rakyat kita tidak bodoh, rakyat kita tajam, dan sekarang ada teknologi, rakyat semua punya gadget, iya kan?," kata Prabowo.

"Tapi yang lebih parah adalah ternyata para pakar yang terhormat, para profesor, ternyata yang masalah bagi kita adalah kesalahan sistem, sistem ini yang memungkinkan kebocoran yang gila-gilaan yang luar biasa, karena sistem," imbuhnya.

Karena itu, kata dia, kita harus berani memperbaiki sistem. 

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved