Video

Video: AS dan Iran Dikabarkan Hampir Capai Kesepakatan Damai, Bahas Gencatan Senjata

Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat.

Tayang:
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Rusaidah

Iran sendiri disebut menginginkan pencairan aset yang selama ini dibekukan serta penghapusan permanen sanksi ekonomi.

Namun, pemerintah AS menegaskan kebijakan tersebut hanya bisa dilakukan apabila Iran benar-benar menjalankan kesepakatan yang telah disetujui bersama.

Dalam proses negosiasi ini, Selat Hormuz menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

Wilayah tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.

Setiap gangguan keamanan di kawasan itu dapat berdampak langsung terhadap harga energi global dan stabilitas ekonomi internasional.

Karena itu, pembukaan jalur pelayaran dan pembersihan ranjau laut dinilai penting untuk mengembalikan keamanan aktivitas perdagangan internasional.

Pemerintah AS menilai stabilitas di Selat Hormuz sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap konflik Timur Tengah.

Konflik Lebanon Turut Masuk Pembahasan
Negosiasi antara AS dan Iran juga dikabarkan turut menyinggung konflik yang terjadi di Lebanon.

Dalam draf pembahasan, perang antara Israel dan Hizbullah disebut ikut dibicarakan sebagai bagian dari upaya menekan eskalasi konflik di kawasan.

Meski demikian, Washington menegaskan pembahasan tersebut tidak otomatis berarti penghentian operasi militer secara sepihak.

Jika Hizbullah kembali melakukan provokasi atau memperkuat kemampuan militernya, Israel disebut masih memiliki ruang untuk mengambil langkah pencegahan.

Hal itu menunjukkan bahwa isu keamanan regional tetap menjadi bagian penting dalam proses negosiasi kedua negara.

Program Nuklir Iran Masih Jadi Isu Sensitif

Di balik pembahasan soal ekonomi dan keamanan, isu program nuklir Iran tetap menjadi poin paling krusial dalam negosiasi.

Dalam draf nota kesepahaman yang beredar, Iran disebut bersedia memberikan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Selain itu, Teheran juga dikabarkan membuka peluang negosiasi mengenai penghentian pengayaan uranium serta pengelolaan stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved