Breaking News:

DPR Sesalkan Salah Tangkap Densus 88 Antiteror

Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay‎ menyayangkan kasus salah tangkap yang dilakukan Densus 88 Antiteror.

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUN JATENG/Suharno
Sejumlah anggota detasemen khusus (Densus) Anti Teror 88 Mabes Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah kos-kosan di Kampung Bulak Indah RT 01/RW 07, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (30/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - ‎Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay‎ menyayangkan kasus salah tangkap yang dilakukan Densus 88 Antiteror.

Menurutnya, kasus salah tangkap seperti itu bisa mengurangi tingkat profesionalitas Densus 88 dalam memerangi terorisme di Indonesia.

Apalagi, mereka yang salah tangkap juga mengalami tindak kekerasan fisik dan psikis.

"Kemarin ada lagi kasus salah tangkap. Dua orang warga Solo yang hendak ke mesjid ditangkap. Setelah diperiksa, ternyata mereka bukan teroris," ungkap Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/1/2016).

"Sangat disesalkan ketika ditangkap mereka mengalami tindak kekerasan," imbuh dia.

Politikus PAN itu menuturkan, kasus salah tangkap yang dilakukan Densus 88 bukan yang pertama kali.

Sebelumnya kejadian serupa sudah pernah beberapa kali terjadi.

Walaupun sudah jelas salah tangkap, namun pihak Densus 88 atau kepolisian RI secara kelembagaan kelihatannya belum pernah menyatakan permintaan maaf kepada korban dan juga publik.

Ia merinci kejadian salah tangkap yang dilakukan Densus 88.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved