Batu Fosil Mani Gajah Harganya Ternyata di Atas Bacan

Beberapa hari lalu, saya kedatangan tamu yang ingin melihat koleksi bambu unik dan langka, salah satu ingin melihat pring petuk koleksi milik saya.

Batu Fosil Mani Gajah Harganya Ternyata di Atas Bacan
alex palit
Pring pethuk (kiri) dan fosil mani gajah 

“Ini fosil mani gajah,” katanya dengan serius, sambil menyebutkan bahwa cara ini sering dipakai sebagai salah satu uji tes fosil mani gajah (FMG).

Kemudian orang itu menyuruh menggosok-gosokan jempol saya ke FMG, lalu mencium jempol saya, baunya amis.

Dan topik obrolan pun beralih dari pring pethuk ke FMG dengan segala pernak-perniknya.

Termasuk asal muasal dari mana saya mendapatkan FMG tersebut. Saya pun sempat memperlihatkan sebuah batu kristal putih dibilang ‘retak seribu’ yang sudah dipoles bentuk liontin. Ternyata nama ‘retak seribu’ tak lain juga adalah FMG.

Sang tamu menyebut bahwa FMG banyak dicari diburu dan dicari orang. Untuk menjawab rasa penasaran, saya pun buka internet untuk tanya ke mbah Google, apa itu FMG.

Bahkan ada postingan menawarkan FMG dengan hitungan per gram berapa, angkanya sangat fantastik jauh mengalahkan akik Bacan.

Ternyata selain pring pehtuk, FMG ini termasuk sebagai salah satu benda langka yang banyak diburu dan dicari orang. Entah mungkin karena sulit didapat, atau punya kegunaan tertentu, sehingga harganya pun sangat fantastik.

Saya pun tidak menyangka bahwa di antara beberapa batu akik yang saya punyai itu ternyata berupa FMG yang katanya banyak diburu dan dicari orang.

Namanya juga tidak tahu dan tidak paham soal dunia perbatuan akik, FMG sempat tergeletak begitu saja.

Saya anggap tak ubahnya batu akik kebanyakan, main geletak. Padahal FMG banyak diburu dan dicari, nilainya di atas Bacan.

Halaman
123
Editor: Jariyanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved