OPINI
Sisi Lain Potensi Kekayaan Alam Pulau Belitung
Belitung, sebuah nama pulau kecil di Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa dibandingkan pulau-pulau lainnya.
Namun porsi luasannya dari masing-masing wilayah tergantung dari ketinggian wilayah (elevasi), suhu, iklim yang mempengaruhi kadar pasir kuarsanya sebagai ciri khas hutan ini. Di Malaysia dan Brunei Hutan Kerangas ini tersebar terbatas dan tidak merata.
Pulau Belitung terbantuk oleh batuan induk granitik (yang bersifat asam) yang dalam proses pelapukannya akan tertransport menjadi pasir kuarsa karena batuan beku granit didoninasi oleh kandungan mineral kuarsa. Pasir kuarsa ini terendapkan,berbutir lepas, bersifat asam dan miskin hara.
Hutan Kerangas, diklasifikasikan berdasarkan faktor Edafisnya, dengan pengertian hutan yang tumbuh di atas tanah 'Podsol', pasir kuarsa, miskin hara dan dengan ciri tanaman yang kerdil.
Jika dibandingkan dengan hutan lain, Hutan Kerangas memiliki keanekaragaman vegetasi yang cukup tinggi, meskipun dengan potensi kepadatan tingkat pohon rendah.
Hutan Kerangas didominasi oleh tingkat pancang. Hal ini disebabkan oleh miskinnya unsur hara di dalam tanah, sehingga menghambat pertumbuhan pohon di dalam hutan. Setiap spesies akan berkompetisi untuk memperoleh unsur hara.

Kerangas Kuarsa
Kondisi lantai hutan yag berpasir kuarsa juga menunjukkan bahwa Hutan Kerangas sangat rentan terhadap gangguan. Adanya gangguan di Hutan Kerangas yang menyebabkan terbukanya tutupan hutan dan kerusakan pada lantai hutan, maka akan sulit untuk dikembalikan menjadi hutan kembali.
Tercucinya unsur hara di Hutan Kerangas dan hilangnya lempung dalam tanah hanya akan menyisakan pasir kuarsa yang sangat rendah dalam menyimpan hara.
Jika masih ada sebagian orang yang masih asing dengan kata Kerangas. Kata Kerangas berasal dari kata suku "Dayak Iban" yang berarti suatu lahan yg tidak dapat ditanami padi. Di masyarakat Belitung sendiri ada yang berpendapat itu berasal dari kata Ngeranggas, karena keringnya dan tandus daerah ini sehingga pohon-pohon pun meranggas.
Sifat tanahnya yang asam membuat hutan kerangas ini tidak dapat ditanam lagi setelah dibakar, ditebang, apalagi dijadikan area pertambangan. Tidak hanya itu, bencana alam akibat terganggunya ekosistem di hutan ini akibat pengrusakan manusia, akan terjadi dan pasti membawa efek besar bagi kehidupan manusia.
Hutan Kerangas (heath forest/padang vegetation ) masih sangat jarang diteliti dan sedikit sekali buku yang membahas tentang hutan ini. Mungkin karena hutan yang sangat miskin unsur hara, berpenampilan tidak menarik ini kurang diminati, tidak komersil serta keberadaannya di dunia sangat sedikit.
Padahal, kekhasan hutan ini sangat berbeda serta potensi yang ada didalam hutan ini sangat banyak, apalagi manfaat Hutan Kerangas sangat berpengaruh dalam siklus air tanah. Oleh karena itulah hutan ini sangat langka dan memiliki kekhasan.
Di Belitung terutama Belitung Timur, memiliki hutan ini. Namun, keberadaannya tidak pernah dianggap, dipandang sebagai pohon-pohon kering dan terkesan tak bermanfaat, yang dengan mudahnya ditebang bahkan dibakar untuk kepentingan komersil.
Pada tahun 2008-2009 kami melakukan penelitian mengenai aplikasi Geologi dalam hubungan rehabilitasi lahan di bekas penambangan timah di Belitung Timur yang merupakan studi skripsi yang hasilnya disumbangkan ke pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/hutan-kerangas_20160310_120202.jpg)