Ini Tanda dan Bahasa Tubuh Dari Orang Berbohong

Terkadang sulit untuk membedakan orang berbicara dengan jujur dengan berbohong. Tapi bisa dirasakan dengan mengamati hal ini

Editor: Rusmiadi
net
Ilustrasi berbohong 

POSBELITUNG.COM - Terkadang sulit untuk membedakan orang berbicara dengan jujur dengan berbohong, terlebih penjelasan yang diberikan sebagai alibi menutupi kebohongannya.

Orang yang berbicara bohong dan terutama orang yang mempunyai kebiasaan berbohong disebut pembohong. Garis antara kebohongan dan kebenaran sangatlah tipis. Pada sebuah kebohongan ada pula unsur kesengajaan.

Namun, bagaimana cara kita mengetahui bahwa lawan bicara tengah melakukan kebohongan atau tidak? Berikut tanda-tanda orang sedang berbohong yang TribunnewsBogor.com rangkum dari berbagi sumber:

Nada suaranya cenderung rendah atau pelan

Cara ini juga sudah dibuktikan dengan penelitian secara psikologis bahwa orang yang sedang berbohong akan memiliki kecenderungan untuk memelankan suaranya, sehingga nada suara yang keluar dari mulutnya terdengar rendah.

Parahnya lagi terkadang seperti sedang melakukan bisikan sehingga kurang didengar oleh lawan bicaranya.
Oleh karena itu, apabila kita awalnya memulai sebuah pembicaraan dengan nada yang normal atau biasa-biasa saja bahkan berapi-api begitu pula lawan bicara kita.

Lalu mendadak di tengah atau akhir pembicaraan nada suara lawan bicara kita berubah menjadi lebih pelan dan terkesan berhati-hati, maka kita perlu berhati-hati akan kata-katanya karena bisa saja dia sedang berbohong kepada kita.

Tangan Terlalu Banyak Menyentuh Bagian Tubuh Tertentu

Melakukan kebohongan bisa menimbulkan suatu perasaan tidak nyaman. Hal ini berakibat sang pembohong menjadi salah tingkah, dan terlalu banyak menyentuh dirinya, seperti wajah, bibir, dan leher.

Kenali tanda-tanda ini sebagai salah satu ciri orang berbohong, terutama ketika anda terus mengejar dia dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang potensial untuk membongkar kebohongannya.

Mengalihkan Topik Pembicaraan

Rasa tidak nyaman ketika sedang berbohong cenderung membuat si pembohong tak ingin terus menerus membicarakan topik tersebut.

Ia akan mencoba mengganti bahan pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, melakukan aktivitas lain, atau menggunakan berbagai sindiran dan sarkasme untuk meninggalkan topik tersebut.

Memberikan alasan yang terlalu panjang

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa berbohong adalah memutar balikkan fakta atau kenyataan yang ada. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved