Ini Tanda dan Bahasa Tubuh Dari Orang Berbohong
Terkadang sulit untuk membedakan orang berbicara dengan jujur dengan berbohong. Tapi bisa dirasakan dengan mengamati hal ini
Sedemikian sehingga orang yang berbohong biasanya akan mengarang-ngarang cerita yang terkadang tidak masuk akal. Ditambah lagi, dia akan sering memanjang-manjangkan cerita yang seharusnya singkat.
Hal ini dilakukan hanya untuk membuat kita supaya lebih yakin akan cerita yang disampaikannya. Oleh karena itu, tetaplah kritis dan hati-hati kepada orang yang sering memanjangkan ceritanya walaupun pada kenyataannya bisa dipersingkat.
Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi apabila seseorang memanjang cerita singkatnya kepada kita, yang misalnya merupakan lawan bicaranya.
Pertama, untuk membuatnya semakin jelas dan detail sehingga kita tidak perlu lagi bertanya-tanya kepadanya.
Kedua, untuk menutupi kesalahannya yang berarti telah ada sesuatu yang disembunyikan dengan sebuah kebohongan kepada kita.
Jeda Antara Ekspresi Fisik dan Emosi
Orang yang tidak jujur cenderung meninggalkan jeda yang sangat nampak antara ekspresi fisik dan emosi yang ia tunjukkan.
Contohnya, misalkan anda memberi sebuah hadiah yang tidak disukai oleh orang tersebut, dan orang tersebut berpura-pura menyukai hadiah dari anda.
Pertama, ia akan berkata "Oh, saya menyukai hadiah ini!", dan beberapa saat kemudian baru tersenyum.
Jika ia benar-benar menyukai hadiah tersebut, dia akan tersenyum dan mengatakan perkataan tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Menghindari Kontak Mata
Hal ini sudah menjadi reaksi alamiah manusia, di mana mereka tidak bisa menatap mata lawan bicara ketika sedang berbohong.
Oleh karen itu, cobalah untuk menatap mata lawan bicara anda dalam-dalam ketika ia sedang mengungkapkan sesuatu.
Jika ia mengalihkan pandangan dari anda, kemungkinan besar hal yang ia katakan adalah sebuah kebohongan.
Perhatikan cara bernapasnya
Orang yang sedang berbohong pasti menginginkan agar pembicaraan yang dilakukan cepat selesai. Sedemikian sehingga orang yang berbohong akan terkesan tergesa-gesa dalam pembicaraannya.
Pembicaraan yang tergesa-gesa itulah yang sering membuatnya terengah-tengah atau ngos-ngosan dalam bernapas.