Gempa Ekuador Tewaskan 262 Orang, Ribuan Lainnya Luka-luka
Korban jiwa akibat gempa besar di Ekuador mencapai 262 orang pada Minggu petang (17/4).
Saat mulai gelap dan hujan turun, para penyintas berkumpul menghabiskan malam di dekat rumah-rumah mereka yang rusak akibat gempa.
Banyak di antaranya sebelumnya mengantre untuk mendapatkan makanan, air dan selimut di luar stadion.
Di dalam stadion biru putih itu, ada tenda-tenda yang menjadi tempat menampung korban tewas dan tempat tim medis merawat ratusan penyintas.
Sekitar 91 orang meninggal dunia di Pedernales dan sekitar 60 persen rumah rusak menurut Kepala Polisi Jenderal Milton Zarate.
"Kami mendengar peringatan, sangat beruntung kami sedang berada di jalan karena semua rumah runtuh. Kami tidak punya apa-apa," kata Ana Farias (23), ibu dari kembar berusia 16 bulan, saat mengambil air, makanan dan selimut dari petugas penyelamat.
"Kami harus tidur di luar hari ini," katanya.
Para penyintas menempati tempat-tempat penampungan di lahan-lahan kosong.
Polisi berpatroli di kota yang gelap karena listrik masih dimatikan sementara sejumlah penyelamat melanjutkan upaya mereka mencari korban.
Penduduk lokal menggunakan traktor kecil untuk memindahkan puing-puing dan mencari orang-orang yang terjebak dengan tangan mereka.
Para perempuan menangis saat petugas menarik satu jasad, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/gempa_20160418_115705.jpg)