Inilah Calon Kapolri yang Memiliki Harta Kekayaan Terbanyak
Saat terakhir melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total hartanya tercatat Rp 22.657.379.555 dan 24 ribu dollar AS.
2. Komjen Pol Dwi Priyatno
Inspektur Pengawasan Umum Polri ini menyerahkan LHKPN ke KPK pada 16 Desember 2014 saat baru menduduki jabatannya saat ini.
Ia melaporkan adanya harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di Cianjur dan Bogor sebesar Rp 6,55 juta.
Sementara harta berupa lima unit mobil dan satu unit motor nilainya Rp 585 juta.
Adapun harta bergerak lainnya senilai Rl 364,5 juta berupa loga mulia serta barang seni dan antik.
Ia pun melaporkan giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 2.156.317.163 dan 3.000 dolar AS. Sehingga total kekayaan yang dilaporkan Dwi sebesar Rp 9.655.817.163.
3. Komjen Pol Suhardi Alius
Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional itu terakhir kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK pada 15 Juli 2015. Harta kekayaannya tercatat senilai 5.798.558.273 dan 32.325 dolar AS.
Kekayaan Suhardi terdiri atas tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat senilai Rp 2.811.898.000. Kemudian, ia melaporkan dua mobil yang nilainya Rp 540 juta.
Ada pula logam mulia sebesar Rp 265 juta. Terakhir, giro dan setara kas lainnya yang dilaporkan Suhardi sebesar Rp 2.181.660.273 dan 32.325 dolar AS.
4. Komjen Pol Putut Eko Bayuseno
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri ini terakhir kali menyerahkan laporan harta kekayaanya pada 1 Juni 2013, saat masih mrnjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Saat itu, harta yamg ia laporkan sebesar Rp 7.138.064.067 dan 83.421 dolar AS.
Kekayaan Putut terdiri dari tanah dan bangunan yang tersebar di Manado, Jakarta Narat, Surabaya, dan Malang senilai Rp 3.386.056.000.
Selain itu, ada juga tiga unit kendaraan roda empat senilai Rp 850 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kapolri_20160614_213700.jpg)