Kelapa Kampit Menyimpan Situs Tambang-dalam Timah Terbesar di Indonesia?

Sewaktu Jepang tiba di Tanjungpandan pada tahun 1942, tambang-dalam Kelapa Kampit sengaja dibanjiri. Hal ini adalah sabotase dari pihak perusahan

IST
Pengunjung sedang melakukan kegiatan camping dalam pengawasan komunitas Kompak di tepi Danau Kawan Open Pit Nam Salu, Gunong Kik Karak Kelapa Kampit. 

Pada tahun 1920 ditemukan metode pencucian yang lebih baik dan rencananya segera langsung diterapkan di tambang-dalam Kelapa Kampit. Namun pengoperasian kembali tambang-dalam Kelapa Kampit terpaksa ditunda lantaran harga timah kala itu anjlok.

Terhitung mulai 1924, NV Billiton Maatschappij berubah menjadi perusahaan patungan dengan nama NV. Gemeenschappelijke Maatschappij Billiton (GMB). Dalam perubahan itu Pemerintah Belanda memegang 5/8 saham dan sisanya berada di tangan NV. Billiton Maatschappij.

Sewaktu Jepang tiba di Tanjungpandan pada tahun 1942, tambang-dalam Kelapa Kampit sengaja dibanjiri. Hal ini dilakukan pihak perusahan sebagai sebuah sabotase untuk menggagalkan pengambilan tambang-dalam Kelapa Kampit oleh Jepang.

Komunitas Kompak memandu pengunjung melakukan ekspedisi susur goa dan reffling (menuruni terowongan) menuju mulut adit (goa) Nam Salu.

Namun upaya sabotase ini ternyata tidak berpengaruh lantaran Jepang kurang menganggap penting penambangan timah di Belitung. Bagi Jepang, kebutuhan timah sudah cukup diperoleh lewat hasil tambang di Cina, Thailand, Malaya, dan Bangka.

Sedangkan untuk Belitung, Jepang lebih fokus pada upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Bahkan tambang-dalam Kelapa Kampit akhirnya dibom oleh Jepang dengan menggunakan dinamit.

Setelah itu tambang-dalam Kelapa Kampit dibiarkan terbengkalai dalam posisi terendam air.

Secara keseluruhan, sejak dibuka hingga akhirnya dibanjiri dan dibom Jepang, tambang-dalam Kelapa Kampit telah menghasilkan batuan bertimah sebanyak 2 juta ton dengan hasil timah sebanyak 24.000 ton.

’Jantung’ tambang-dalam Kelapa Kampit kembali berdetak pada tahun 1971.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved