Kelapa Kampit Menyimpan Situs Tambang-dalam Timah Terbesar di Indonesia?

Sewaktu Jepang tiba di Tanjungpandan pada tahun 1942, tambang-dalam Kelapa Kampit sengaja dibanjiri. Hal ini adalah sabotase dari pihak perusahan

Tayang:
IST
Pengunjung sedang melakukan kegiatan camping dalam pengawasan komunitas Kompak di tepi Danau Kawan Open Pit Nam Salu, Gunong Kik Karak Kelapa Kampit. 

Namun upaya sabotase ini ternyata tidak berpengaruh lantaran Jepang kurang menganggap penting penambangan timah di Belitung. Bagi Jepang, kebutuhan timah sudah cukup diperoleh lewat hasil tambang di Cina, Thailand, Malaya, dan Bangka.

Sedangkan untuk Belitung, Jepang lebih fokus pada upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Bahkan tambang-dalam Kelapa Kampit akhirnya dibom oleh Jepang dengan menggunakan dinamit.

Setelah itu tambang-dalam Kelapa Kampit dibiarkan terbengkalai dalam posisi terendam air.

Secara keseluruhan, sejak dibuka hingga akhirnya dibanjiri dan dibom Jepang, tambang-dalam Kelapa Kampit telah menghasilkan batuan bertimah sebanyak 2 juta ton dengan hasil timah sebanyak 24.000 ton.

’Jantung’ tambang-dalam Kelapa Kampit kembali berdetak pada tahun 1971.

Tepatnya pada tanggal 29 Mei ketika tambang dalam timah terbesar di Indonesia ini dikelola oleh perusahaan asal Australia, PT. Broken Hill Propriety Indonesia (BHPI).

Selain mendapat kontrak untuk mengelola tambang-dalam Kelapa Kampit, BHPI juga diberi hak untuk melaksanakan eksplorasi di seluruh Belitung. BHPI juga diberi hak untuk melakukan penambangan timah primer pada cadangan-cadangan primer baru yang dapat ditemukannya.

BHPI segera melakukan pekerjaan pendahuluan, yakni mengeringkan tambang yang sejak tahun 1942 sengaja di banjiri. Pengeringan dilakukan lewat pemompaan di shaft utama sampai kedalaman 320 meter.

Pekerjaan pengeringan tambang ternyata bukan perkara mudah karena tahap pertama baru bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Pada tahun 1975, pengeringan tambang-dalam Kelapa Kampit berhasil dilakukan hingga ke level 4 yang terletak 100 meter dari permukaan.

Pengeringan tambang-dalam Kelapa Kampit terus dilanjutkan agar penggalian bisa diteruskan hingga ke level 7 dan level 9 atau 300 meter dari permukaan laut. Sambil pemompaan berlangsung, BHPI terus melakukan eksplorasi dan studi kelayakan di Open Pit.

Hasil penemuan BHPI menunjukkan terdapat cadangan baru yang berjarak 500 meter dari cadangan lama. Cadangan baru itu dinamai cadangan NAM Salu (Southern Vein, Urat Selatan).

Cadangan tambang-dalam Kelapa Kampit tercatat sebanyak 292.000 ton batuan yang mengandung timah berkadar 1,79 persen.

Secara keseluruhan, upaya rehabilitasi tambang-dalam Kelapa Kampit menghabiskan waktu hingga beberapa tahun. Kegiatan rehabilitasi itu meliputi pembangunan instalasi pencucian (ore dressing) yang canggih, dan infrastruktur lainnya.

Langkah selanjutnya yakni pengembangan penambangan dengan membangun unit Adit 22. Program rehabilitasi tersebut menghasilkan produksi timah pertama sebanyak 300 ton pada tahun 1978.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved