Kisah Mantan Pembantu yang Jadi Penasihat Presiden Obama

Perempuan asal Malang Jawa Timur, Imamatul Maisaroh (34), menjadi kepercayaan Gedung Putih Amerika Serikat (AS) sejak 2015.

Istimewa
Imamatul Maisaroh (kanan) dipeluk Presiden AS Barack Obama dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. 

‘’Sampai sekarang, bekas luka di kepala masih bisa dilihat,’’ ujar Ima seraya menekankan, waktu itu ia tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.
Akhirnya Ima tidak tahan lagi. Pada tahun 2000, Ima menyisipkan sebuah notes kecil berisi ‘Permintaan Tolong’ kepada seorang penjaga bayi (nanny) tetangga rumah juragannya.

Tetangga inilah yang menolong Ima melarikan diri dari rumah majikannya dan mengantarkannya ke kantor CAST.

‘’Waktu itu saya tidak bawa paspor,’’ kata Ima.

Setelah beberapa bulan tinggal di rumah penampungan kaum gelandangan, Ima pun akhirnya bisa tinggal di rumah layak dan bekerja di CAST.

Agar paspornya dikembalikan, Ima berpura-pura pulang ke Indonesia.

Ditemani seorang agen FBI (Biro Penyelidikan Federal AS), Ima bertemu dengan majikannya di Bandara LAX.

‘’Saya juga dipasangi alat penyadap untuk merekam seluruh pembicaraan,’’ tutur Ima yang kini mampu berbahasa Inggris dengan rapi.

Singkat cerita, majikannya memberinya tiket pesawat sekali jalan ke Indonesia dan berjanji hendak mengirim uang gajinya, setelah Ima tiba di Malang.

Gaji itu tidak dibayarkan majikannya, karena Ima tidak pulang ke Malang.

‘’Saya hanya masuk ke ruang dalam bandara dan keluar lagi,’’ kata Ima yang akhirnya tidak mau menuntut majikannya yang berlaku kasar itu.

Menurutnya, pihak FBI tidak bisa melakukan penahanan majikannya, karena tidak ada tuntutan dari Ima.

‘’Prosesnya cukup berbelit dan membutuhkan saksi mata yang jelas. Dan aksi kekerasan itu terjadi di dalam rumah tanpa diketahui banyak orang,’’ tutur Ima.

Meski begitu, Ima tetap tegar.

Malah, sebaliknya, karirnya sebagai aktivis makin menanjak dan berhasil diundang ke berbagai pertemuan tingkat tinggi di Washington DC.

Dan sejak Desember 2015 dia diangkat menjadi anggota Dewan Penasehat Gedung Putih bersama 10 anggota lainnya.

Bagi Ima, bertemu dengan para pejabat tinggi AS seperti Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, bahkan dengan Presiden Barrack Obama, sudah pernah dilakukannya. (surya)

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved