Pemulangan Jenazah Sitronelli Batal Karena Tidak Ada Ini, Keluarganya di Belitung Terus Menanti

Jenazah Sitronelli (21), mahasiswi Universitas Juanda Bogor yang tewas setelah minum kopi dan makan pizza di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng)

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi |
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Keluarga korban saat di kamar jenazah RS Doris Sylvanus Palangkaraya.(faturahman) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Jenazah Sitronelli (21), mahasiswi Universitas Juanda Bogor yang tewas setelah minum kopi dan makan pizza di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (18/12/2016) batal dimakamkan pada hari ini di kampung halamannya.

Awalnya, jenazah Alumni SMA Negeri 1 Tajungpandan lulusan tahun 2013 ini, akan tiba di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan pukul 14.00 WIB dengan menggunakan maskapai, dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Namun rencana pemakaman terhadap jenazah wanita berjilbab ini batal.

Dari pihak keluarga, hingga kini masih terus menunggu kehadiran jenazah tersebut untuk dimakamkan.

"Katanya tidak ada lagi penerbangan ke Belitung, soalnya jenazah baru sampai di Jakarta jam 4 sore tadi," kata abang kandung korban, Meta kepada Posbelitung.com, Selasa (20/12/2016).

Jenazah korban baru tiba di Jakarta pukul 16.00 WIB di Jakarta tadi sore, usai diterbangkan dari Palangkaraya lantaran baru menyelesaikan otopsi.

Namun untuk hasil otopsi itu, hingga kemarin belum diketahui oleh pihak keluarga korban.

"Belum keluar hasilnya, ada paman yang ngurus di sana. Kami juga tidak tau kepastian gimana kejadian itu, hanya baca-baca di koran. Waktu itu kami diberitahu sewaktu adek sudah dirumah sakit," ucapnya.

Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Juanda, Bogor, Jawa Barat itu diduga tewas usai makan pizza dan minum kopi, Minggu (18/12/2016) pukul 18.00 WIB di Rollaas Cafe, Palangkaraya.

Sitronelli merupakan warga Jalan Air Ketekok, Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan.

Wanita yang dipanggil akrab dengan sebutan Pipit itu, lahir pada tanggal 30 maret 1995.

Korban merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Keluarga korban pun hingga kini masih tidak percaya dengan kepergian Pipit.

Korban tewas, setelah datang bersama tiga rekannya untuk makan dan minum di Rollaas Cafe dan Tea yang ada di Jalan Antang Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved