Kulong Minyak Laik Jadi Obyek Wisata Kaya Sejarah
Maksud dia, peran Pemkab Beltim yang dibutuhkannya adalah anggaran khusus pembangunan talud dan pembuatan pusat kuliner.
Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Pelepasan bibit Nila di Kulong Minyak pada acara BBGRM XIV Beltim di kawasan Kulong Minyak, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Beltim, Kamis (16/5/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN)
Nama Kulong Minyak muncul karena tempat ini disebut sempat menjadi sumber air sekaligus tempat pembuangan limbah sentral listrik EC, pembangkit listrik tenaga diesel besar pada masanya, di Kecamatan Manggar.
Alfi membenarkan belaka soal informasi kaya nilai historis Kulong Minyak tersebut.
Sepengetahuan dia, kedalaman Kulong Minyak itu dulunya bisa mencapai sekitar 40 hingga 50 meter.
"Sekarang saya rasa sudah tidak sampai segitu. Foto-foto zaman dulunya juga ada. Kalau Kulong Minyak ini dikembangkan, nilai-nilai historis Kulong Minyak juga bisa ditonjolkan," tutur Alfi (*)
Selengkapnya baca edisi cetak koran POS BELITUNG, Jumat (18/5/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pelepasan-bibit-ikan_20170518_194058.jpg)