Cerita Mengapa Ada Orang yang Meninggal Tersenyum
Orang yang mati syahid, merasakan sakaratul maut seperti cubitan saja. Sehingga tidak terasa sakit.
Selama tiga bulan. Norhayati tidak bisa melupakan momen itu.
Bukannya takut, namun terperanjat saksikan bayi yang mendadak terlihat di samping ibunya keluar dengan cara biasa dan tidak susah.
“ketika saya bersihkan dada mayat yang hancur ditarak mobil, saya tidak tahu pasti bagaimana bayi itu bisa keluar sedang ibunya hanya cedera pada atas dada saja,” tambahnya
Norhayati yang juga guru mengaji di Masjid Cendewasih, Kuantan, Malaysia, ini bisa masihlah punyai banyak pengalaman unik.
Satu diantaranya memandikan jenazah dengan mayat pengidap HIV, korban pembunuhan, dan bahkan hanya tinggal kerangka.
Menurutnya, mengurusi jenazah yang berbau, berulat, dan hancur, yaitu tantangan sendiri.
Hanya kesabaran dan keikhlasan hati saja yang dapat menguatkan hati.
Sungguh mulia ibu ini, yang memiliki profesi sebagai pemandi jenazah.
Karena tidak sembarang orang inginkan dan bisa melakukanya.
Dan mengenai kisahnya sungguh besar kuasa Allah SWT.
Apapun bisa berlangsung atas kehendak-Nya.
Pada zaman Imam Malik, terdapat seorang wanita (tas wanita, Red)yg sangat buruk akhlaknya.
Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.
Dilansir Eberita.org, sehingga ketika hari kematiannya tiba, ketika dia dimandikan oleh seorang wanita (tas wanita, Red) yang memang kerjanya memandikan mayat.
Tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat dikemaluan mayat wanita (tas wanita, Red)itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/orang-meninggal-tersenyum_20170813_110536.jpg)