Pasangan Ini Tak Bisa Lepas Saat Asyik Berhubungan Intim, Begini Mitos dan Tinjauan Medisnya

Yang menjadikannya lebih berbahaya, meski sudah tidak dalam keadaan ereksi, pen*s tetap tidak bisa ditarik keluar.

Tayang:
Dailymail
gencet 

Yang kedua terjadi pada tahun 1872, melibatkan sebuah pasangan yang telah menikah selama setahun.

Sebelumnya pasangan tersebut memiliki hubungan seksual yang normal, tapi kemudian keanehan ini terjadi, yaitu terjepitnya pen*s di dalam leher vagin*.

Meski begitu, lama-kelamaan ketika ketegangan berkurang, penis bisa dikeluarkan dengan sendirinya.

Masih simpang siurnya informasi mengenai kasus gancet menimbulkan pendapat yang berbeda-beda pada tiap kalangan.

Hampir semua pemberitaan dan laporan medis mengenai gancet atau penis captivus hanya didasari oleh desas-desus atau berita yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan. 

Namun, setidaknya kedua kasus yang telah dijelaskan di atas menjadi bukti bahwa peni* captivus dapat terjadi.

Mengenai kejadian gancet yang berlangsung selama berjam-jam atau hingga berujung kepada kematian, masih menyimpan kemungkinan yang belum bisa disingkirkan.

Meskipun ini merupakan kasus yang langka, kasus gancet yang selama ini sering dianggap sebagai rumor, berpotensi pernah terjadi juga di Indonesia.

Namun sayangnya, publikasi medis terkait sulit ditemukan.

Pen*s captivus atau gancet sering dikaitkan dengan vaginismus.

Padahal, kondisi ini berbeda. Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagin* mengalami kejang pada saat dimasuki sesuatu, seperti pen*s.

Sementara itu pada kondisi pen*s captivus, pen*s justru terperangkap di dalam vagin* dan tidak bisa keluar. 

Vaginismus kemungkinan ada kaitannya dengan rasa takut atau cemas ketika akan berhubungan seks.

Para ahli medis pun belum mendapatkan bukti kuat mengenai penyebab penyakit ini.

Untuk kondisi vaginismus, wanita yang mengalaminya dapat berlatih untuk mengontrol otot di sekitar vagin*.

Salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan senam kegel.

Di antara masyarakat, pen*s captivus atau gancet sering kali dianggap sebagai hasil dari perilaku asusila.

Beberapa ahli ada yang menganggap gancet sebagai jenis vaginismus yang jarang terjadi.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved