Breaking News:

Waspada Mengkonsumsi Jamur, Antara Kelezatan dan Kematian. Begini Cara Memilihnya

Meski dekat dengan kehidupan sehari-hari, sampai kini racun jamur masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan

Editor: Rusmiadi
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM - Tak susah mencari jamur, disaat musim hujan, bahkan menjadi primadona. Hadir di pekarangan rumah, kayu yang sudah lapuk, atau bingkai jendela yang lembab.

Namun awas, beberapa di antaranya dapat diolah menjadi santapan lezat, sekaligus makanan mematikan. Pada jamur memang ada madu dan racun.

Di antara tanaman bahan makanan, jamur termasuk istimewa. Kalau dimasak, ia membuat hidangan yang dihasilkan menjadi berkelas. Namun, itu terjadi kalau jamur memang laik makan.

Nikmatnya tak kalah dengan madu. Keadaan jadi berbalik jika yang masuk ke perut kita jamur bermasalah alias mengandung racun. Nyawa bisa jadi taruhannya.

Meski dekat dengan kehidupan sehari-hari, sampai kini racun jamur masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Racun jamur memang kerap membuat masalah.

Saking berbahayanya, sampai-sampai di pekarangan sebuah gereja tua di Fishkill, Dutchess County, New York, Amerika Serikat, didirikan sebuah "monumen" tak lazim. Wujudnya batu sederhana.

Di salah satu bagian batu itu terdapat tulisan: "Dibuat untuk memperingati wafatnya William Gould (38 tahun), meninggal 2 Oktober 1938 bersama Sarah (istri, 34 tahun) serta Charles (putra, 4 tahun), setelah menyantap jamur liar yang tumbuh di pekarangan rumahnya."

Pesan di monumen itu jelas, jangan sampai nasib buruk keluarga besar Gould terulang pada para penyuka jamur lainnya.

Riset kecil-kecilan

Di Indonesia, kasus keracunan jamur cukup sering terdengar. Tingkat keparahannya pun bermacam-macam.

Halaman
1234
Sumber: Kawanku
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved