Waspada Mengkonsumsi Jamur, Antara Kelezatan dan Kematian. Begini Cara Memilihnya

Meski dekat dengan kehidupan sehari-hari, sampai kini racun jamur masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan

Tayang:
Editor: Rusmiadi
Ilustrasi 

Senyawa lainnya, muskarin, tak kalah mematikan. Bayangkan, pada takaran 0,033 - 0,005 g saja, ia sudah dapat membuat menyandang nama almarhum.

Seperti kholin, senyawa beracun ini juga terdapat pada semua jenis jamur yang tergolong supa upas.

Falin, atropin, dan asam halvelat merupakan racun lain pada jamur yang bahayanya tak beda jauh dengan muskarin.

Jika yang tertelan racun serius, korbannya jelas tak akan dimanjakan dengan halusinasi atau fly. 

Si korban malah menderita pusing kepala, yang biasanya disertai muntah-muntah. Jika pada tahap ini korban cepat ditangani, serangan sang racun mungkin saja masih dapat ditangkal.

Yang gawat, jika korbannya sendiri tak menyadari telah mengonsumsi racun jamur, atau penanganannya setelah teracuni sangat terlambat. Seperti yang terjadi pada keluarga Gould, nyawa akan sulit diselamatkan.

Agar tak terjebak racun, informasi tentang jamur yang hendak disantap - terutama informasi kandungan racunnya – menjadi faktor kunci yang harus dipahami setiap penggila makanan berbahan baku jamur.

Kalau perlu, lakukan riset kecil-kecilan mengenai ada tidaknya si racun ganas sebelum memutuskan memakan satu jenis jamur.

Dari sekian belas ribu jenis jamur liar yang hidup di alam bebas, seperti di kebun, di hutan, di pekarangan rumah ataupun di taman-taman kota, memang baru beberapa ratus jenis yang sudah diketahui beracun atau tidaknya.

Dengan kata lain, masih lebih banyak jamur liar yang belum dikenal manfaat dan mudaratnya. Jamur seperti ini mesti disikapi dengan sangat hati-hati.

Bahkan, masyarakat tertentu yang dalam kehidupannya banyak memanfaatkan jamur pun masih banyak yang belum mampu mengungkap"isi" dari suatu jamur.

Sudah bukan rahasia lagi, penggunaan jamur sudah dikenal sejak zaman kebesaran Romawi  Kuno, era keemasan Mesir Kuno, kejayaan suku Indian di Amerika, sampai ke tradisi masyarakat Cina atau India.

Ilmu prajurit

Karena banyaknya misteri yang menyelimuti sang jamur, sebaiknya kita memang tidak mudah tergoda pada bentuk fisiknya yang beraneka ragam atau kelirnya yang berwama-warni.

Jamur lapangan atau jamur liar, pada umumnya lebih banyak diidentifikasi sebagai jamur beracun.

Sumber: Kawanku
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved