Beberapa Hari Ditahan KPK, Setya Novanto Curhat Tentang Kondisi Tanahan ke Koleganya

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Golkar itu curhat kepada para koleganya di parlemen terkait kondisi kesehatannya.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR RI Setya Novanto berjalan keluar dari gedung KPK Jakarta usai menjalani pemeriksaan, Selasa (21/11/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai tersangka selama 5 jam terkait kasus korupsi KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Kebahagiaan terpancar dari wajah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto tatkala koleganya yakni pimpinan dan anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bertemu di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/11/2017) pukul 10.20 hingga 11.47 WIB.

Mereka yang mendatangi KPK adalah Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra, Wakil Ketua Sarifuddin Sudding dari Fraksi Hanura, serta dua anggota yakni Maman Imanulhaq dari Fraksi PKB dan Agung Widyantoro dari Fraksi Golkar, serta seorang staf.

Kedatangan pimpinan dan anggota MKD untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto atas dugaan pelanggaran etik.

Novanto, yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP ini tengah ditahan KPK.

"Pak Setnov bahagia karena dikunjungi karena tidak semua orang bisa menemuinya," ucap Kyai Maman ketika bertandang ke kantor redaksi Tribunnews.com, Kamis (30/11/2017) malam.

Pertemuan itu terjadi di ruang penyidik KPK, antara MKD dengan Setnov.

Saat itu Setnov mengenakan setelan kemeja putih dipadu rompi orange rompi oranye khas rompi tahanan KPK, tanpa didampingi pengacara.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Golkar itu curhat kepada para koleganya di parlemen terkait kondisi kesehatannya.

Khususnya Setnov mengungkapkan persoalan obat yang disediakan KPK tidak seperti yang biasanya ia konsumsi.

"Kalau saya lihat fisik memang dia curhat soal obat. Bahwa obat yang dikasihkan KPK itu tidak standar yang biasa ia minum. Dia curhat perlu obat yang biasa dia minum," tutur anggota Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan kondisi kesehatan Setnov saat dikunjungi MKD.

Bukan itu saja, Setnov juga bercerita mengenai makanan di tahanan KPK.

Bahkan Setnov menilai anggaran makanan di tahanan KPK perlu ditingkatkan lagi.

"Karena memang ada makanan yang menurut dia tidak cukup dari sisi gizi dan sebagainya," ujar Kyai Maman.

Mengawali pemeriksaan dugaan pelanggaran etik, MKD menjelaskan semakin tingginya desakan publik agar Setnov mundur dari Ketua DPR.

Setnov menyadari tingginya dinamika yang mendesak agar dirinya segera mundur dari jabatan Ketua DPR di tengah lilitan kasus hukum yang tengah ia dera.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved