Kiamat Terjadi Versi Ramalan Kalender Super Piramida Agung dan Keajaibannya
Rahasia yang rapat tersimpan di balik sosok megah Piramid Agung di Giza terus saja mengundang sejuta tanya.
Namun begitu raja menyetujui rencana itu dan mengucurkan dana, bukannya makam yang mereka buat melainkan monumen untuk mengenang kecanggihan ilmu pengetahuan mereka.
Maka ketika sang raja mangkat, jenazahnya ternyata tak dimakamkan di sana.
Tompkins bisa sampai pada pernyataan itu, karena berdasarkan penelitiannya bersama Dr. Livio Strecchini, guru besar sejarah kuno di William Paterson College, New Jersey, menemukan bahwa di zaman itu Piramid Agung memegang peranan besar dalam menentukan letak geografis pelbagai objek termasuk bintang-bintang.
Bahwa pembuatnya tahu dengan tepat keliling bumi, dan panjang waktu selama setahun, termasuk kelebihannya sebesar 0,2422 hari.
Mereka juga tahu panjangnya orbit bumi waktu mengelilingi matahari, kepadatan khusus bumi, akselerasi gravitasi, dan kecepatan cahaya.
Beratus tahun berlalu setelah Al Mamun mengunjunginya, Piramid Agung itu tak diotak-atik manusia.
Sampai saat ilmuwan dan ahli matematika Inggris dan Prancis terusik minatnya pada abad XVII - XVIII.
Tercatat nama Sir Isaac Newton, yang berusaha menyingkap rahasia Piramid Agung, sayang sia-sia hasilnya.
Tahun 1830-an Kolonel Richard Howard-Vyse, dengan timnya menemukan suhu dalam ruang raja di piramid itu konstan 20°C dalam pelbagai musim.
Padahal ini suhu ideal untuk menyimpan standar pengukuran ilmiah dan memang menurut legenda makam itu tempat menyimpan benda-benda ilmiah itu.
Warga Inggris lainnya, John Taylor, mendapatkan hal baru 30 tahun kemudian.
Penelitiannya tentang Piramid Agung di Giza ditulisnya dalam buku The Great Pyramid: Why was it built and who built it?
Menurutnya, orang Mesir sudah mengetahui bahwa bumi itu bulat, sudah dapat menghitung kelilingnya lewat pengamatan terhadap benda-benda angkasa.
Mereka memang bertujuan meninggalkan catatan yang akurat dan yang bertahan sepanjang masa tehtang panjang keliling bumi itu.
Soalnya hubungan antara keliling dan tingginya sama dengan hubungan antara keliling lingkaran dengan jari-jarinya.
Berarti, nilai phi (π) telah dikenal orang Mesir, prinsip matematika yang tak ternilai yang dulu diduga belum diketemukan sampai 3.500 tahun kemudian.
Penemuannya dikuatkan oleh A
Data-datanya hebat dan bukunya dibaca banyak orang, namun kesimpulan akhirnya banyak yang ditolak oleh ilmuwan, yang malah menyebutnya piramidiot.
Pendapat itu disusul beberapa teori lain. Ada yang eksentrik, memberikan inspirasi, mistis, dan ada pula yang berbau ilmiah.
Ahli ilmu fisika Prancis Jean Baptiste Biot tahun 1853 menyimpulkan Piramid Agung itu sebuah jam raksasa.
Ide ini dibenarkan oleh David Davidson/insinyur sipil dari Rai Leeds, Inggris, dan temannya, Moses B. Costworth, dari Yorkshire.
Kiamat menurut Piramid Agung
Menurut kepercayaan kuno Mesir, kebahagiaan di alam baka sangat tergantung pada ketenangan jenazah.
Karena itulah makam dirancang agar bertahan lama, dengan sejumlah lorong -rahasia untuk mengalangi masuknya pencuri kuburan.
Juga agar perjalanan jauh si almarhum menuju tanah roh tidak terhambat, kubur itu dilengkapi dengan makanan, minuman, permata, senjata, perahu pengorbanan, dan patung-patung yang mungkin akan hidup lagi.
Banyak yang mengatakan, piramid memiliki kekuatan misterius yang sulit dijelaskan.
Struktur piramid itu sendiri katanya magnet yang menarik sinar-sinar kosmis.
Ada juga yang mengatakan struktur piramid itu sumber tenaga listrik statis.
Banyak pula pengunjung piramid yang mendapat kesempatan melihat nasib mereka di masa datang.
Pengalaman semacam itu tak kurang dialami juga oleh tokoh besar Napoleon.
Pada 12 Agustus 1799 ia mengunjungi ruang makam raja di dalam Piramid Agung.
Beberapa saat setelah melewatkan waktu sendirian, Napoleon penakluk daratan Eropa, muncul dengan wajah pucat dan gemetar.
Ucapnya, "Aku tidak ingin semua ini muncul lagi." Dalam perjalanan hidup selanjutnya ia mengisyaratkan telah melihat masa depannya ketika di Piramid Agung.
Bahkan beberapa saat sebelum maut datang di St. Helena, ia nampaknya akan mengungkapkan rahasianya pada seorang pelayannya. Namun ia membatalkan, "Apa gunanya? . Kau toh tak akan percaya," ia beralasan.
Lain lagi pendapat anggota Institute of Pyramidology di London, yang yakin Piramid Agung secara tepat meramalkan masa depan manusia.
Melalui sistem penghitungan dan matematika yang rumit, Piramid Agung dapat memperkirakan antara lain keluarnya bangsa Israel dari Mesir, pecahnya PD I, bahkan juga kapan kiamat akan terjadi yang konon menunjuk pada angka tahun 2979!
Pengalaman mistis di Piramid Agung kembali terungkap ketika tahun 1930-an Paul Brunton menghabiskan semalam di Ruang Raja, setelah berpuasa selama 3 hari.
Akunya dalam Menelusuri Lorong Rahasia di Mesir dalam kegelapan yang pekat, ia merasakan ada sesuatu yang menakutkan berputar-putar di sekitarnya.
Kemudian muncul makhluk-makhluk luhur berpakaian pendeta tingkat tinggi Mesir kuno dalam atribut kebesarannya.
Ia dibawa berjalan menelusuri lorong-lorong rahasia dalam Piramid Agung yang berhubungan dengan lorong-lorong rahasia dalam pikiran manusia.
Ketika akhirnya ia sadar kembali, ternyata hanya 1 - 2 jam yang telah ia lewatkan.
Tapi kasus paling aneh mengenai kekuatan piramid justru dirasakan oleh orang awam tanpa latar belakang ilmiah dan belum pernah ke Mesir.
Konon maket Piramid Agung entah dari bahan kertas karton, logam, ataupun plastik, asalkan dibuat dengan skala yang tepat, dapat membuat pisau cukur tetap tajam, makanan tetap segar, menimbulkan rasa tenang dan tenteram, bahkan membantu menentukan masa depan.
Daftar itu masih bisa diperpanjang: baterai kering mampu mengisi kembali sumber energinya, air rasanya lebih enak, makanan lebih awet, benih berkecambah lebih cepat, binatang peliharaan dan tanaman bahagia, anak-anak lebih tenang, tidur lebih mudah dan nyenyak, sakit perut bulanan hilang, lebih mudah berkonsentrasi, ketahanan mental bertambah, dan dorongan seks meningkat.
Sedangkan pencari air dengan menggunakan pendulum atau buah garpu tala dapat merasakan sesuatu ketika berada di lahan kekuatan piramid, proses pengobatan alamiah sangat terbantu, berdoa lebih efektif. Pokoknya, semua fenomena fisik lainnya meningkat.
Warga Prancis Antoine Bovis misalnya, membuktikan maket Piramid Agungnya mampu menjaga makanan di dalamnya tetap segar.
Seratus tahun kemudian, insinyur Cekoslowakia Karel DrbaL menemukan pisau cukur yang ia letakkan di dalam maket piramid buatannya tidak pemah menumpul.
Ia juga yakin maket piramid mampu mengubah pisau cukur bekas yang tumpul menjadi tajam.
Bahkan setelah gagasannya diuji para ilmuwan, ia dipercaya mendapat paten no. 91304, meski belakangan muncul fakta-fakta yang meragukan klaimnya.
Adalah Dr. Carl Schleicher, dari Mankind Research Unlimited di Washington, D.C., yang melaporkan, kecambah kacang di bawah piramid 1,5 kali lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan yang di tempat terbuka dan 1,129 kali dibandingkan dengan yang di dalam kubus.
Sebaliknya, percobaan serupa yang dilakukan jurusan hortikultura University of Guelph di Kanada menunjukkan bahwa piramid tidak mempunyai pengaruh pada pertumbuhan tanaman seperti yang dinyatakan Carl.
Lepas dan semua spekulasi itu, kaum cendekiawan Mesir sudah mencapai titik kesimpulan akhir tentang mengapa dan bagaimana 35 piramid tradisional yang berdiri hampir di sepanjang Sungai Nil itu dibangun.
Ya, cuma sebagai makam. (Dari pelbagai sumber/Sht - Intisari Agustus 1995)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kiamat_20170810_222607.jpg)