Dikira Pelampung, Ternyata Benda Ini Bernilai Rp 3 Miliar

Namun dugaan sementara ambergris tidak keluar dari mulut, melainkan dari anus karena baunya.

Tayang:
ambergris.co.nz
Muntahan paus atau disebut juga ambergris. 

"Ambergris kan kayak byproduct di pencernaan, jadi sewaktu-waktu akan dikeluarkan. Untuk durasi atau rentang waktu paus sperma mengeluarkan ambergris ini belum ada catatannya hingga saat ini," kata Sekar.

Ambergris sendiri memang dikenal sebagai pengawet parfum yang berharga fantastis.

Padahal setelah keluar dari tubuh paus, ambergris memiliki bau busuk dan berwarna persis seperti kotoran.

Namun lama kelamaan, bau ini berubah menjadi wangi.

Warnanya pun semakin lama berubah menjadi abu-abu.

Dirangkum dari Scientific American, 26 April 2007, matahari, udara, dan air laut mengoksidasi massa ambergris, airnya pun terus menguap.

Hal ini membuat ambergris mengeras dan pecah menjadi potongan yang lebih kecil yang mengambang di laut sebelum sampai ke bibir pantai.

Potongan yang lapuk (sudah lama di laut), akan memancarkan aroma manis dan harum yang sering disamakan dengan bau tembakau, pinus, atau musk.

"Kualitas dan nilai dari ambergris ini bergantung pada berapa lama ia mengambang di laut atau menua," kata Bernard Perrin, pakar ambergris.

George Preti, seorang ahli kimia wewangian dari Monell Chemical Senses Center mengatakan, ambergris sangat disukai sebagai pengawet parfum karena molekulnya yang bersifat lipofilik, mirip dengan molekul parfum.

Hanya saja molekul ambergris lebih berat dan besar.

"Molekul bau memiliki afinitas tinggi untuk molekul liofilik lainnya, jadi keduanya berhubungan dengan molekul ambergris dan tidak memasuki fase penguapan sekaligus," kata Preti.

Selain hal yang disebutkan di atas, hingga saat ini masih banyak misteri tentang ambergris yang belum terpecahkan.

Seperti mengapa benda ini banyak ditemukan di belahan bumi selatan, padahal paus sperma berenang ke seluruh lautan dunia?

Atau, mengapa hanya paus sperma, terutama yang jantan, yang mengeluarkan benda ini?

Sumber: Surya Malang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved