Dikira Pelampung, Ternyata Benda Ini Bernilai Rp 3 Miliar

Namun dugaan sementara ambergris tidak keluar dari mulut, melainkan dari anus karena baunya.

Tayang:
ambergris.co.nz
Muntahan paus atau disebut juga ambergris. 

Ambergris di Kupang

Nelayan di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan muntahan ikan Paus (Ambergris) yang harganya di pasaran bisa mencapai Rp 3 miliar.

Marsel Lopung nelayan yang menemukan benda keras yang diduga muntahan paus itu mengaku kaget saat melihat benda tersebut mengapung di atas laut sebulan lalu di pelabuhan Sulamu.

Hal ini disampaikannya saat ditemui Pos Kupang (grup SURYAMALANG.COM) di Oeba Rabu (18/4/2018).

Menurut Marsel pertama kali melihat benda tersebut dia mengira benda tersebut adalah pelampung yang mengapung di laut.

Tetapi setelah didekati ia akhirnya mengambil benda tersebut dan memutuskan untuk dibawa pulang ke rumahnya.

"Awalnya saya pikir itu pelampung tapi pas saya pegang sudah keras mungkin sudah terapung lama.

"Saya tidak ingat lagi tanggalnya tapi sebulan lalu saya dapat itu. Terus saya bawa kembali ke rumah dan simpan di dalam wadah," ujar Marsel.

Marsel juga mengatakan makin hari benda tersebut semakin keras dan menyusut.

Menurutnya saat pertama kali ditemukan ukurannya besar tapi setelah sebulan ia simpan ukurannya semakin menyusut dan makin keras.

Setelah disimpan di rumahnya, keberadaan benda yang diduga muntahan paus tersebut mendapat perhatian warga Sulamu yang semakin hari semakin ramai datang ke rumah Marsel untuk sekedar melihat bentuk muntahan paus dan bagaimana warnanya.

Tak lupa juga ada yang terus memotret benda tersebut yang disimpan Marsel di dalam wadah.

Hal tersebut akhirnya diketahui oleh sahabatnya yang berada di Makassar dan menyarankan Marsel untul dibawa ke Bali dan dicek apakah benar itu muntahan paus atau tidak.

Marsel berharap apabila benda tersebut betul-betul muntahan paus yang bernilai tinggi dan penemuannya tersebut tidak melanggar Undang-undang.

Ia akan menjualnya untuk mengubah nasib keluarganya.

Sumber: Surya Malang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved