Ini yang Terjadi Jika Pasokan Telur Ayam ke Sub Agen di Belitung Timur Dibatasi
Pasokan telur ayam diberbagai sub agen di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Minggu
Penulis: Disa Aryandi |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi
POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR -- Pasokan telur ayam diberbagai sub agen di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Minggu (13/5/2018) mulai dibatasi oleh penyalur.
Kondisi ini telah berlangsung sejak dua pekan belakang.
Sehingga membuat warga sulit untuk mendapatkan telur ayam, sebagai kebutuhan pokok.
Bila telur ayam tersebut tiba diberbagai agen penyaluran, maka kurung waktu satu hari langsung ludes diburuh oleh masyarakat maupun pedagang kecil.
Ini membuat sebagian harga telur ayam itu bervariasi dan mengalami kenaikan dari harga sebelumnya di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
"Ini juga sudah tiga hari tidak ada masuk (dikirim oleh penyalur). Ya pasokan nya sekarang sudah dibatasi, paling kami hanya dapat 3000 butir telur lah, sudah tidak banyak lagi dari sebelumnya," kata Serly, Agen Toko Ketapang Kecamatan Manggar kepada posbelitung.co, Minggu (13/5/2018).
Biasanya telur ayam ini, masuk ke sub agen tersebut di atas 5000 butir dan buat rutinitas pengiriman, sejauh ini memang tidak ditentukan.
Namun setiap kali pemesanan dari sub agen, sehari setelah pemesan langsung dikirim oleh agen penyaluran di Tanjungpandan.
"Nah kalau sekarang tidak, kami harus nunggu beberapa hari. Iya kalau datang, sehari dua harilah langsung habis, kan banyak yang beli itu biasanya buat dagangan makan, terus untuk dijual lagi dipasar atau toko-toko kecil," ucap wanita berkulit putih itu.
Sub agen ini, tetap menjual satu butir telur ayam tersebut seharga Rp 1.800,-.
Namun informasi dari Serly, di pasaran dijual kembali mencapai harga tertinggi Rp 2.500,- perbutir.
Telur-telur ini, secara keseluruhan di datangkan dari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
"Tidak tau kami kendala nya apa, memang pasokan dari Palembang nya kurang. Telur lokal ada, tapi peminat nya kurang, karena kondisi telur itu baru dan kalau dikelupas kulit telur yang lokal ini istilahnya isi sama kulitnya masih nempel, tapi kalau yang dari Palembang ini langsung misah dia," ujar Serly. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pasokan-telur-ayam_20180513_160236.jpg)