Rindu Ingin Menyusui Bayinya Ica Berangkat ke Jakarta Bertemu Hotman Paris

Anak ku full ASI karena ku dakde ni terpaksa terputus ASI. Dia dak nek minum susu formula. Ku lihat badan e lah kurus

instagram
HOTMAN Paris dan Dwi Icha Yanti Oktari, wanita yang mengaku menjadi korban KDRT oleh suaminya, Sumantri, anggota DPRD Kabupaten Bangka, saat di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (8/7/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

POSBELITUNG.CO--Rasa sedih berlarut-larut dialami Ica (22) Warga Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka yang sudah terpisah dari buah hatinya sejak tanggal 1 Juli 2018 lalu.

Ia rela datang sejak subuh, Minggu (7/7/2018) ke Warung Kopi Joni di Jakarta untuk menemui Pengacara Kondang Hotma Paris, demi berjuang agar bisa mendapatkan hak asuh anaknya yang saat ini dibawah asuhan suaminya seorang Anggota DPRD Kabupaten Bangka berinisial Sum.

Ica pun terpaksa meminjam uang demi bisa berangkat ke Jakarta menemui Hotman Paris. Dia berharap agar hak asuh anaknya yang masih balita bisa diasuh olehnya.

Saat ini videonya ketika mengadu ke Hotman Paris sedang viral di media sosial. Ketika dikonfirmasi bangkapos.com diakui Ica, dia terpaksa harus meninggalkan anak yang masih balita di bawah asuhan suaminya.

Ica menilai suaminya kerap melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun dia terus bertahan demi anaknya yang masih balita.

Hanya gara-gara kesalahan kecil salah memasak mie goreng saja menyebabkan dia harus mendapat pukulan dari Sum suaminya.

"Ku la dak tahan agik lah gayel ku ni di KDRT die (Sum-red). Tanggal 30 Juni kemaren terakhir e ku salah masak mie goreng ku sampai dipukul die. Ku ade visum cuma lum ku ambik visum e karena la dua hari," ungkap Ica saat ditelpon bangkapos.com, Minggu (7/7/2018).

Karena tidak tahan lagi keesokan harinya pada tanggal 1 Juli 2018, Ica kabur dari rumah ke rumah orang tuanya. Dia tidak membawa anaknya karena saat itu masih tidur. Ketika kabur dari rumahpun dia diancam Sum jika berani membawa anaknya akan dihabisi nyawanya. Bahkan Sum mengancam akan menghabisi nyawa keluarga Ica.

"Dia punya senjata api sudah sering pistol itu ditodong - todong ke ku. Die bilang nek lari larilah ka dak ape ungkos e. Kalau ka berani lari bawa anak maka kepala ka kutembak," ucap Ica menirukan ancaman suaminya.

Saat akan kabur ke rumah orang tuanya ibu mertuanya tak sengaja datang ke rumahnya. Ibu mertuanya sempat menanyakan Ica mau kemana dan dijawab Ica dia tidak tahan lagi ulah Sum yang sering melakukan KDRT.

Setelah kabur dari rumah menurut Ica, ia sempat video call dengan suaminya karena tak tahan menanggung rindu dengan anaknya yang masih balita. Saat itu ia melihat kondisi anaknya yang semakin kurus. Apalagi anaknya masih ASI sehingga ia tidak bisa menyusui anaknya.

Selama dia tidak ada, anaknya sering dititip Sum ke kakak perempuannya atau penjaga warung di rumah makan ibunya.

Diakui Ica ia hanya menginginkan hak asuh anaknya jatuh kepelukannya. Menurutnya tidak ada harta dunia bisa ditukar dengan buah hatinya yang sudah seminggu tak disusuinya

"Anak ku full ASI karena ku dakde ni terpaksa terputus ASI. Dia dak nek minum susu formula. Ku lihat badan e lah kurus. Dari ku ninggal anakku ku terkenang terus, anak ku ni diurus dak, die tidur cemane nyenyak dak. Ikatan batin anak dan ibu tu kuat. Ku kasihan kek anak ku. Dititip kek laki ku kemane-mane. Kadang ku telpon sampai marah-marah suruh die (Sum--red) ambik anak ku di rumah ayuk e. Ku lah bilang biarlah ku nggak nyuruh orang ngasuh anak ku. Beri kek ku bai anakku tapi die (Sum--red) dak nek, die jadikan anakku sebagai jaminan supaya ku pulang ke rumah," ungkap Ica.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved