Hari Ini HUT Ke-73 TNI, Ternyata Begini Sejarah Seragam Tentara Warna Loreng dan Bukan Warna Lain

Bahkan untuk perlengkapan pun ikut diwarnai motif loreng agar bisa 'menyatu' dengan seragam saat perang. Merujuk kepada ...

Tayang:
tribunjabar.id
Seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) warna loreng ternyata punya alasan. 

Mereka beranggapan dengan memakai seragam militer berwarna mencolok dapat menakuti musuh.

Namun pada tahun 1800-an, muncul-lah tren memakai seragam loreng di kalangan tentara.

Pada motif loreng seragam TNI terdiri dari tiga warna, yaitu hijau, hitam, dan cokelat.

Baca: Terkuak, Tsunami Palu Ternyata Terjadi 6 Menit Setelah Gempa 7,4 SR Mengguncang Sulawesi Tengah

Baca: Hiu Paus Dielus-elus Warga Belitung, Ternyata Kalau Malam Bisa Bikin Nelayan Keringat Dingin

ABA-ABA --- Pandam III Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim terpaksa memberikan aba-aba agar ribuan pasukan menghentikan yelyel pembangkit semangat saat acara peringatan Hari ulang tahun ke 69 Kodam III Siliwangi, di Lapangan Tembak, Gunung Bohong, Kota Cimahi, Rabu (20/5/2015).  (TRIBUN JABAR / ZELPHI)
ABA-ABA --- Pandam III Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim terpaksa memberikan aba-aba agar ribuan pasukan menghentikan yelyel pembangkit semangat saat acara peringatan Hari ulang tahun ke 69 Kodam III Siliwangi, di Lapangan Tembak, Gunung Bohong, Kota Cimahi, Rabu (20/5/2015). (TRIBUN JABAR / ZELPHI)

Masing-masing dari warna itu mewakili kondisi di Indonesia yang dipenuhi pepohonan, tanah, dan kayu.

Motif loreng pada seragam TNI disebut pola m 81 Woodland.

Motif tersebut mulai terkenal pada tahun 1981 dan digunakan oleh tentara Inggris saat berperang melawan Argentina memperebutkan Kepulauan Falkland atau Malvinas.

Maka tak heran jika sebagian orang menyebut motif loreng ini sebagai loreng loreng Malvinas. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul 5 oktober HUT TNI - Ternyata Ini Sejarah Seragam Tentara Warna Loreng Bukan Warna Lain

Baca: Cari Jejak Sejarah Orangtuanya, Wisatawan Belanda Ini Menangis Saat Tiba di Belitung

Baca: Di Indonesia Hati Ayam Dikonsumsi, di Negara Lain untuk Makanan Binatang, Amankah Hati Ayam Dimakan?

Baca: Fenomena Aneh, Kota di Yunani Ini Ditutupi Ribuan Sarang Laba-laba, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca: Penerbangan Maskapai Ini Terpaksa Ditunda Gara-gara Puluhan Ribu Lebah Bersantai di Mesin Pesawat

Baca: Mobil Terbang Pertama Volvo, Hanya Butuh 1 Menit Jadi Pesawat, Oktober Ini Mulai Dijual

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved