Breaking News:

Jamur 'Yarchagumba' Dikenal Sebagai Viagra Himalaya, Harganya Lebih Mahal dari Emas

Jamur 'Yarchagumba' Dikenal Sebagai Viagra Himalaya, Kini Sulit Ditemukan, Harganya Lebih Mahal dari Emas

capture youtube/mynewshub
capture jamur yarchagumba viagra himalaya 2 

POSBELITUNG.CO, WASHINGTON -- Sejenis kulat atau jamur ulat yang dianggap lebih berharga daripada emas, yang juga dikenal dengan sebutan'Himalaya Viagra' di Asia semakin sulit ditemukan.

Sejumlah peneliti menyebutkan, sulitnya 'Himalaya Viagara' itu ditemukan karena adanya perubahan iklim.

Selama bertahun-tahun, banyak pengumpul obat ajaib ini di Cina dan Nepal dilaporkan terbunuh hanya karena jamur langka yang disebut 'yarchagumba' atau dikenal sebagai Ophiocordyceps sinensis.

Jamur yang tidak pasti dan sering direbus untuk membuat teh atau bagian sup itu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari impotensi hingga kanker.

Menurut laporan proceedings of the National Science Academy, sebuah jurnal AS yang telah melakukan penelitian awal, jamur adalah salah satu komoditas paling berharga di dunia, dan menyediakan sumber pendapatan bagi ratusan kolektor.

Baca: Jokowi Akhirnya Buka Suara Terkait Mobil Esemka, Begini Jelasnya

Baca: Seekor Tupai di Jepang Mendadak Tenar, Ternyata Gara-gara Memiliki ini

capture jamur yarchagumba viagra himalaya 2
(capture youtube/mynewshub)

Para peneliti mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, popularitas jamur telah meningkat, sementara harganya juga telah meningkat dan itu bisa mencapai tiga kali lebih banyak daripada harga emas di Beijing.

Meski banyak yang menduga bahwa panen berlebihan adalah salah satu penyebab komoditas berharga ini semakin berkurang.

Para ahli juga telah mewawancarai para kolektor dan pedagang, serta mempelajari pola cuaca, faktor geografis dan kondisi lingkungan.

Menurut kepala penelitian, Kelly Hopping dari Stanford University sebagiaman dikutip dari AFP/mymetroonline melalui laman mynewshub, meskipun penduduk setempat mulai mengurangi jumlah panen, produksi terus menurun sebagai akibat dari perubahan cuaca.

Namun, para peneliti masih gagal untuk menentukan apakah panen berlebihan atau perubahan cuaca memiliki dampak terbesar pada jamur berharga ini.

Baca: Prabowo Hidup di Luar Negeri sejak Kecil, Sudjiwo Tedjo: Dia Cinta Sama Negerinya Atau Benci Sekali?

Baca: Si Dokter Hantu: Menguak Sisi Gelap Operasi Plastik di Korea Selatan yang Bikin Merinding

capture jamur yarchagumba viagra himalaya 1
 (capture youtube/mynewshub)
Halaman
12
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar
Editor: Teddy Malaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved