Viral! Guru Honorer Dicatut Beli Ferrari Rp4,2 Miliar, Begini Kronologinya

Seorang guru honorer di Kuningan melapor ke polisi setelah namanya dicatut sebagai pembeli Ferrari senilai Rp4,2 miliar. Polisi kini menyelidiki

Tayang:
Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Dok istimewa/Kompas.com/Muhamad Syahri Romdhon
GURU HONORER DICATUT– Rizal, guru honorer di Kuningan, terkejut namanya tercatat membeli Ferrari Rp4,2 miliar. Diduga jadi korban pencatutan identitas, kasus ini kini ditangani polisi. Foto Rizal Nurdimansyah (39) berbaju batik panjang, memberikan keterangan usai membuat laporan di Polres Kuningan Jawa Barat pada Kamis (16/4/2026) siang. 

Ringkasan Berita:Rizal, guru honorer di Kuningan, terkejut namanya tercatat membeli Ferrari Rp4,2 miliar. Diduga jadi korban pencatutan identitas, kasus ini kini ditangani polisi.

POSBELITUNG.CO--Seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rizal Nurdimansyah, melaporkan kasus dugaan pencatutan identitas ke pihak kepolisian setelah namanya tercatat sebagai pembeli mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta senilai Rp4,2 miliar.

Rizal, warga Desa Winduherang, Kecamatan Cigugur, mengaku terkejut saat mengetahui dirinya disebut sebagai pemilik kendaraan mewah tersebut.

Informasi itu pertama kali ia terima dari seorang teman di lingkungan tempat tinggalnya.

“Awalnya dari teman saya, katanya saya beli Ferrari. Saya kira bercanda. Tapi setelah dicek ke Samsat, ternyata benar. Saya kaget,” ujar Rizal, Kamis (16/4/2026).

Merasa janggal, Rizal langsung mendatangi kantor Samsat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Hasilnya, namanya benar tercatat dalam dokumen pembelian lengkap dengan kewajiban pajak kendaraan.

Padahal, sebagai guru honorer, Rizal menegaskan dirinya hanya memiliki satu unit mobil Kijang diesel dan sepeda motor GL200. Ia memastikan tidak pernah membeli mobil mewah tersebut.

Kronologi Pencatutan Identitas

Rizal menjelaskan, peristiwa ini bermula pada 2 April 2026 ketika dirinya menerima panggilan dari nomor tak dikenal.

Penelepon mengaku ingin meminjam data pribadi berupa KTP dengan alasan untuk keperluan pembelian mobil milik atasannya.

Meski telah menolak, pelaku kembali menghubungi Rizal sekitar 14 menit kemudian dengan iming-iming uang sebesar Rp5 juta.

"Kronologinya, awalnya waktu tanggal 2 April tuh ada yang menelepon, ngakunya dari Ciawigebang, mau pinjam data kayak KTP. Katanya mau ada pembelian mobil dari bosnya gitu. Nah, ketika itu tanggal 2 April-nya juga lagi, 14 menit selang itu, ditelepon lagi, nanti dikasih iming-iming uang Rp 5 juta. Tapi saya tetap tolak," tutur Rizal.

Namun, Rizal tetap menolak permintaan tersebut.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 13 April 2026, Rizal kembali dikejutkan dengan informasi dari perangkat desa yang menyebut namanya telah digunakan dalam transaksi pembelian mobil Ferrari.

"Pas tanggal 13 April, hari Senin, saya dikasih kabar gitu, Kata teman yang ada di desa, 'Pak, Aa katanya itu udah beli mobil Ferrari'. Masa sih? Ah ya jangan bercanda, gitu kan. Saya kira bercanda. 'Serius, A, nih, datanya ada'. Pas dicek di Samsat hari tanggal 14-nya, benar ada data saya gitu, data pembelian, data pajak untuk bayar pajak. Nggak punya foto mobilnya. Cuma ada data mobil Ferrari 458 yang harganya sekitar 4,2 miliar," tutur Rizal.

Keesokan harinya, ia langsung melakukan pengecekan ke Samsat dan mendapati data tersebut benar adanya, meski tidak dilengkapi foto kendaraan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved