Erzaldi Harus Tunggu 4 Bulan untuk Bisa Belajar Lada ke Vietnam
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meminta petani Babel untuk tidak mudah berbagi ilmu dengan petani dari luar negeri.
"Kalau perlu ekspor hanya melalui pelabuhan Pangkalbalam, karena lada Babel ini enggak bisa ditiru, kalau melalui Jakarta, Surabaya, identitas geografi tidak perlu, lada bisa dicampur dengan lada sulawesi, Kalimantan, kepedasan bisa naik karena dicampur, tetapi dimana-mana selalu muncul lada Bangka, padahal sudah dicampur," katanya.
Untuk mengembalikan kejayaan lada, Erzaldi menegaskan harus dilakukan beberapa upaya, diantaranya adalah menekan biaya produksi lada, dimana saat ini biaya produksi lada masih terlalu tinggi.
"Pemerintah harus membantu, kemudian juga masalah bibit, harus bibit berkualitas yang dari satu sumber, serta memperbaiki cara tanam," ujarnya.
Upaya lainnya, adalah sistem resi gudang (SRG) yang diharapkan bisa membantu petani untuk mendapatkan harga yang ideal.
Ia mengkui, SRG belum berjalan maksimal, lantaran petani masih enggan menitipkan ladanya di SRG tetapi lebih percaya kepada eksportir. (o2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/para-petani-belitung-sedang-tertawa-di-sela-sela-kegiatan-memanen-lada-di-kebun-mereka_20181107_204007.jpg)