Kisah Pembantaian Satu Desa dengan Mencungkil Mata Bermula dari Permainan Anak-anak
Ada banyak pembunuhan massal di dunia yang disebabkan oleh alasan-alasan aneh.
Kerabat dari kedua belah pihak saling menyerang dengan mencungkil kedua bola mata.
Dari keluarga, kini satu desa juga ikut terlibat dalam ‘perang’ tersebut. Mereka benar-benar terjebak dalam kekerasan mengerikan yang bermula dari permainan anak-anak.
Berdasarkan laporan, saat pembantaian berlangsung, seorang pria terlihat merangkak untuk menjauhi desa dengan lubang besar di perut dan usus terburai.
Saking mengerikannya, seorang wanita dari desa sebelah mengaku menyaksikan kabut yang naik akibat uap dan darah penduduk desa.
Perkelahian dahsyat itu kemudian dikenal dengan julukan “perang busur dan panah” pada 1600-an.
Beberapa aspek dari legenda yang beredar–termasuk fakta bahwa orang-orang dibungkus rumput dan ditinggalkan begitu saja di desa–telah didukung oleh bukti yang ditemukan para arkeolog.
“Dari 28 orang yang ditemukan, beberapa di antaranya diikat dengan tali rumput sebelum dieksekusi,” kata Rick Knecht, dosen arkeologi di University of Aberdeen.
“Mereka dalam posisi tengkurap dan memiliki lubang di belakang tengkorak seperti bekas tombak atau panah,” imbuhnya.
Menurut peneliti, selain karena permainan panah, konflik juga dipicu oleh kekurangan makanan akibat cuaca dingin. (Gita Laras Widyaningrum)
Berita ini telah terbit di nationalgeographic.grid.id berjudul Kisah Pembantaian Massal dan Aksi Cungkil Mata yang Disebabkan Permainan Anak Panah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/tengkorak-kepala.jpg)