Didit Srigusjaya Sewa Teman Untuk Dapatkan Nomor Ponsel Calon Istri
Didit Srigusjaya rela membayar temannya berapa saja asal bisa mendapatkan nomor HP calon istri.
Selama berada di Koba, Didit pernah menjalani pekerjaan sebagai kolektor timah, pemasok timah untuk PT Koba Tin.
"Saya pernah jadi pemain timah, kolektor timah, beli dan pasok timah untuk PT Koba Tin, hampir tiga tahun," kisah Didit Srigusjaya.
Berawal dari Dipercaya Sebagai MC
Ketertarikan Didit Srigusjaya di dunia politik mulai muncul saat dirinya diminta dan diajak oleh Tokoh Senior PDI, Almarhum Riswan untuk menjadi pembaca acara lomba karoke PDI di Koba, Bangka Tengah.
"Saya sudah kenal dengan toko-toko politik. Dan mulai lebih tertarik saat diberi kepercayaan oleh senior PDI, almarhum Riswan untuk menjadi pembawa acara kegiatan Partai, Lomba Karoke. Sejak itu, saya selalu diajak oleh almarhum, dibimbing dan dibina," jelas Didit Srigusjaya.
Semasa kuliah, Didit sudah aktif berorganisasi. Kemampuan serta potensinya memimpin terlihat sejak sekolah. Sekitar tahun 1991, Didit mulai berkenalan dengan Partai Demokrasi Indonesia. Masih segar dalam ingatan Didit, saat itu, perayaan HUT Kota Koba dan PDI mengelar lomba joget. Dan dirinya dipilih untuk menjadi MC. Itulah awal perkenalan dan ketertarikan dengan PDI.
Menurut Didit Srigusjaya, para senior melirik dan terus mengajak saya terlibat dalam politik.
Berbagai tugas dan jabatan diberikan kepada Didit Srigusjaya sejak masih PDI, PDI Pro Mega dan hingga PDI Perjuangan.
Ketertarikannya dengan Partai Demokrasi Indonesi berlanjut dengan secara diam-diam mengikuti kampanye PDI pada pemilu tahun 1992.
Didit tanpa diminta tim PDI, ikut kampanye bersama Muchtar Syamsudin, pengurus DPC PDI Kabupaten Bangka.
Keterlibatan Didit saat kampanye, membuat para pengurus DPC PDI Kabupaten Bangka tertarik dan mulai memasukan dirinya dalam kepengurusan partai DPC PDI Kabupaten Bangka.
Berawal dari pengurus biasa, merangkak naik menjadi Wakil Ketua DPC PDI Bangka, Ketua DPC PDIP Bangka Tengah, Wakil Ketua DPD PDIP, kemudian menjabat Sekretaris DPD PDIP dan akhirnya menggantikan Rustam Effendi sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Babel.
"Pertama saya dicalonkan menjadi calon legislatif DPRD Kabupaten Bangka dari PDI, nomor urut 17. Saat itu gagal karena bukan pakai suara terbanyak tetapi nomor urut. Ini jadi pelajaran yang berarti," ungkap Didit Srigusjaya.
Setelah gagal menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangka, pada tahun 2001, saat pemekaran Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya diajukan sebagai Anggota DPRD Provinsi Babel. Dan karena statusnya sebagai anggota DPRD termuda, maka dipilih menjadi Ketua Sementara.
"Saya waktu itu menjadi anggota DPRD termuda sehingga dipilih sebagai pimpinan sementara. Dan pada saat pemilihan defenitif, Pak Emron Pangkapi yang dipilih menjadi ketua DPRD pertama Provinsi Bangka Belitung," kisah Didit Srigusjaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/didit-srigusjaya-bersama-istri-dan-anak-anaknya.jpg)